Senin, 30 Desember 2013

KEMULIAAN IBU DALAM ISLAM

1. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah Subhanahu wa Ta'ala mencatatkan baginya setiap hari dengan 1.000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1.000 kejahatan.
2. Dua rakaat shalat wanita yang hamil lebih baik dari delapan puluh rakaat shalat wanita yang tidak hamil.
3. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah.
4.Wanita yang bersalin dapat pahala tujuh puluh tahun shalat dan puasa serta setiap kesakitan pada satu uratnya, insya Allah bagai mendapat satu pahala haji.
5.Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa seperti saat ibunya melahirkannya. Sekiranya wanita meninggal dunia dalam masa empat puluh hari selepas bersalin ia dianggap sebagai mati syahid.
6.Wanita yang beri minum susu badannya kepada anaknya akan dapat satu pahala dari pada tiap titik susu yang diberikannya.
7. Wanita yang beri minum susu badannya kepada anaknya yang menangis maka Allah beri pahala satu tahun pahala sholat dan puasa. Kalau wanita menyusui anaknya hingga cukup tempo dua setengah tahun maka malaikat di langit khabarkan berita bahwa syurga wajib baginya.
8.Seorang ibu yang menghabiskan masa malamnya dengan tidur yang tidak selesai karena menjaga anaknya yang sakit dapat pahala seperti membebaskan dua puluh orang hamba.
9. Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari karena menjaga anaknya yang sakit akan di ampunkan oleh Allah akan seluruh dosanya dan bila dia hiburkan hati anaknya Allah beri dua belas tahun pahala ibadah.
     Dari uraian keutamaan Ibu dalam Islam tersebut, maka Allah akan membukakan pintu-pintu surga bagi para calon ibu ataupun yang sudah menjadi ibu dengan memiliki keturunan yang shaleh/shaleha.
Insya Allah.


ANJURAN ISLAM UNTUK BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

Seorang muslim yang berbakti kepada kedua orang tuanya dengan ikhlas dan benar sesuai syari’at Allah akan mendapatkan ganjaran dan keutamaan yang begitu banyak dan besar diantaranya:
1. Menjadi Penyebab Masuk ke dalam Surga
Berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Sungguh celaka, sungguh celaka, sungguh celaka” Dikatakan: Siapa yang celaka, wahai Rasulullah? Beliau menjawab: “Seorang yang mendapati kedua orang tuanya di masa tua, salah satunya atau keduanya, tapi dia tidak masuk surga.” (HR. Muslim)
2. Berbakti kepada Kedua Orang Tua Lebih Didahulukan dari Berjihad
Dari Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhuma ia berkata: Seorang lelaki datang dan berkata pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Aku membaiat anda untuk berhijrah dan berjihad semata-mata hanya berharap pahala dari Allah.”Rasulullah berkata pada lelaki tersebut, “Apakah salah satu dari kedua orang tuamu masih.hidup?” Dia menjawab, “Masih, bahkan keduanya masih hidup.” Beliau bersabda, “Apakah kamu Ingin mendapatkan pahala dari Allah?” dia menjawab, “Ya.” Kemudian Rasulullah bersabda, “Kembalilah kamu kepada kedua orang tuamu dan berbaktilah kepada keduanya.”(HR. Muslim)
3. Berbakti Kepada Orang Tua Termasuk Amalan Yang Paling Dicintai Allah
Demikian besar dan agung kedudukan orang tua dalam Islam, dan mulianya orang yang berbakti kepada keduanya, karena berbakti kepada keduanya adalah salah satu amalan terbesar dan paling dicintai Allah dan juga salah satu penyebab terbesar seorang hamba masuk ke dalam surga.




IBU DALAM SUDUT PANDANG ISLAM

Ibu dalam pandangan Islam adalah telaga suci dengan air yang mengalir tanpa henti untuk anak-anaknya. Allah berfirman :
"Katakanlah: "Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar". Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya)"(QS. Al An'am 6:151)
Islam percaya pada nilai ibu yang luar biasa, dan telah menarik perhatian manusia melalui berbagai ungkapan dan pernyataan. Bahkan Islam menganggap bahwa mencapai tahap akhir kesempurnaan, yakni sorga, tergantung pada kerelaan Ibu. Nabi Muhammad saw bersabda, "Sorga terletak di bawah telapak kaki ibu."




SALAM RSUA EDISI 5

Assalamu'alaykum warahmatullahi wa barakatuhu...
Shalawat serta salam kepada junjungan, Nabi Muhammad Sallallahu 'alayhi wa sallam. limpahan rahmat serta cahaya Hidayah semoga senantiasa selalu menaungi umat beliau. aamiin ya Rabbal 'alamin
Sejarah kehidupan manusia terus berkembang. Panutan dan teladan semakin pudar dengan seiring perkembangan zaman. Tingkah laku serta perbuatan manusia semakin jauh dari Al Qur'an dan hadist yg notabene sebagai panduan hidup.
Alhamdulillah redaksi buletin salam edisi kali ini mampu menghadirkan kembali sebagai sarana ilmu dan sarana saling menasihati dalam kebaikan. aamiin
Tema yang dibahs kali ini adalah tentang seorang sosok yg diakui kemuliaannya oleh Al Qur'an. sosok seorang wanita terkhusus ibu. salah satu ayat menyebutkan Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri, (TQS. An-Nisa:36)
Sungguh besar arti sosok ibu sekalipun kita telah dewasa. ridlaNya adalah ridla Allah. SurgaNya pun ada d telapatk kakinya. Sungguh besar penghormatan Allah terhadap ibu. Sebagai seorang ibu atau calon ibu, mari menjadi ibu seperti yang Allah inginkan agar anak-anak kita menjadi anak yang shalih/ah. Tetap senantiasa muliakan dan bahagiakan ibu. Raihlah ridla Allah dalam hidup kita. Semoga bahasan kita kali ini dapat menambah kecintaan kita kepada ibu. Wallahua'lam

Wassalamu'alaykum wr wb


Minggu, 08 Desember 2013

BELAJAR MERASAKAN

Terkisah dari Ibnu Arabi dalam Futuhat al-Makkiyah. Di satu pagi, seorang santri menemui gurunya dalam keadaan pucat pasi. “Wahai Tuan Guru, semalam aku mengkhatamkan Alquran dalam shalat malamku.
Sang Guru tersenyum. “Bagus Nak. Nanti tolong hadirkan bayangan diriku di hadapanmu saat kau baca Alquran itu. Rasakanlah seolah-olah aku sedang menyimak apa yang engkau baca.”
Esok harinya, sang murid datang dan melapor pada gurunya. “Tuan Guru,”  katanya, “Semalam aku hanya sanggup menyelesaikan separuh dari Alquran itu.”
Engkau sungguh telah berbuat baik,” ujar sang guru sembari menepuk pundaknya.
Nanti malam lakukan lagi dan kali ini hadirkan wajah para shahabat Nabi yang telah mendengar Alquran itu langsung dari Rasulullah. Bayangkanlah baik-baik bahwa mereka sedang mendengarkan dan memeriksa bacaanmu.”
Pagi-pagi buta, sang murid kembali menghadap dan mengadu. “Duh Guru,” keluhnya, “Semalam bahkan hanya sepertiga Alquran yang dapat aku lafalkan.
Alhamdulillah, engkau telah berbuat baik,” kata sang guru mengelus kepala si santri. “Nanti malam bacalah Alquran dengan lebih baik lagi, sebab yang akan hadir di hadapanmu untuk menyimak adalah Rasulullah SAW sendiri. Orang yang kepadanya Alquran diturunkan.''
Seusai shalat Shubuh, sang guru bertanya, “
Bagaimana shalatmu semalam?” “Aku hanya mampu membaca satu juz, Guru,” kata si santri sambil mendesah, “Itu pun dengan susah payah.”
Masya Allah,” kata sang guru sambil memeluk sang santri dengan bangga. “Teruskan kebaikan itu, Nak. Dan nanti malam tolong hadirkan Allah di hadapanmu. Sungguh, selama ini pun sebenarnya Allah-lah  yang mendengarkan bacaanmu. Allah yang telah menurunkan Alquran. Dia selalu hadir di dekatmu. Jikapun engkau tidak melihat-Nya, Dia pasti melihatmu. Ingat baik-baik. Hadirkan Allah, karena Dia mendengar dan menjawab apa yang engkau baca.”
Keesokan harinya, ternyata santri itu jatuh sakit. Sang Guru pun datang menjenguknya. “Ada apa denganmu?” tanya Sang Guru.
Sang santri berlinang air mata. “Demi Allah, wahai Tuan Guru,” ujarnya, “Semalam aku tak mampu menyelesaikan bacaanku. Hatta, Cuma al-Fatihah pun tak sanggup aku menamatkannya. Ketika sampai pada ayat, “Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin” lidahku kelu. Aku merasa aku sedang berdusta. Di mulut aku ucapkan “Kepada-Mu ya Allah, aku menyembah” tapi jauh di dalam hatiku aku tahu, aku sering memperhatikan yang selain Dia. Ayat itu tak mau keluar dari lisanku. Aku menangis dan tetap saja tak mampu menyelesaikannya.”
Nak...,” kata sang guru sambil berlinang air mata, “Mulai hari ini engkaulah guruku. Dan sungguh aku ini muridmu. Ajarkan padaku apa yang telah kau peroleh. Sebab meski aku membimbingmu di jalan itu, aku sendiri belum pernah sampai pada puncak pemahaman yang kau dapat di hari ini.


MENCEGAH PENULARAN HIV AIDS SESUAI DENGAN AL-QURAN

Dr. Mahmud Muhammad Sya’ban menawarkan beberapa hal  yang dapat dilakukan dalam mencegah penularan HIV/ AIDS sesuai dengan al-Qur’an:
1.Pengharaman perilaku homoseksual (hubungan sejenis)
“Dan (kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (ingatlah) tatkala Dia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu? Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.” (Q.S. al-A’raf: 80-81)
2.Pengharaman zina dan hukuman keras bagi yang melakukannya
”Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (Q.S. Al-Isra’: 32)
3. Anjuran menjaga kebersihan
Dalam hal ini kebersihan bukan hanya menyangkut kebersihan pakaian, dan tempat saja, tetapi juga menghindari penggunaan segala hal yang menjadi bekas dipakai orang. Yang menjadi contoh dalam hal ini adalah dilarangnya memakai jarum suntik bekas yang telah dipakai orang. Karena berbagai macam kuman atau virus termasuk HIV akan mudah tertular melalui darah yang menempel di jarum suntik tersebut.
4.Mengharamkan minum minuman keras
Dalam hal ini minuman  keras dikaitkan dengan pemakaian narkoba. Salah satu cara yang sangat efektif dalam menularkan HIV adalah melalui narkoba yang berjenis jarum suntik (putaw).“Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". (Q.S. al-Baqarah: 219)
5.Menciptakan ketahanan keluarga sakinah ”Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. (Q.S. ar-Rum: 21)

BERSIKAP DENGAN ORANG HIV AIDS

a. Memberikan tuntutan rohani (bertobat)
 “Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. (Q.S. az-Zumar: 53)
b. Menghindari sikap stigma dan diskriminasi
Stigma dan diskriminasi kepada ODHA tidak akan menyelesaikan permasalahan. Bahkan akan menimbulkan efek psikologi yang berat tentang bagaimana ODHA melihat diri mereka sendiri. Hal ini bisa mendorong, dalam beberapa kasus, terjadinya depresi, kurangnya penghargaan diri, dan keputusasaan.
c. Mendampingi dan memberi dukungan kepada ODHA yang menjelang ajal, agar selalu berzikir, berdoa dan tetap istiqamah dalam keimanannya hingga akhir hayatnya.
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (Q.S. Ali Imran: 102)