Kamis, 19 Juni 2014

Tips Mempersiapkan Ramadhan

    1.    Berdoa agar Allah swt. memberikan umur panjang kepada kita sehingga kita berjumpa dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat sehingga kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal: Puasa, shalat, tilawah, dan dzikir.
2.    Pujilah Allah swt. karena Ramadhan telah diberikan kembali kepada kita. Imam An Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata: ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah swt. kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan.
3.    Bergembira dengan datangannya bulan Ramadhan.
4.    “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).
5.    Rencanakan agenda kegiatan harian untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadhan. Ramadhan sangat singkat. Karena itu isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga yang bisa membersihkan diri dan mendekatkan diri kepada Allah swt.
6.    Kuatkan azam, bulatkan tekad untuk mengisi waktu-waktu Ramadhan dengan ketaatan.
7.    Pahami fiqh Ramadhan. Setiap mukmin wajib hukumnya beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadhan datang agar amaliyah Ramadhan kita benar dan diterima oleh Allah swt.
8.    Kondisikan qalbu dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs
9.    Tinggalkan dosa dan maksiat. Isi Ramadhan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Lembaran baru kepada Allah, dengan taubat yang sebenarnya taubatan nashuha. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” An-Nur:31.
Semoga Allah swt. memanjangkan umur kita sehingga berjumpa dengan Ramadhan. Dan selamat meraih kebaikan-kebaikannya. Aamiin ya Rabbana. Allahu a’lam. Dakwatuna.com

Orang-Orang Yang Merindukan Ramadhan

Seorang salaf pernah menjual budak wanitanya  kepada seseorang.. Ketika Ramaghan tiba, maka tuan barunya itu mempersiapkan sesuatunya berupa makanan dan minuman untuk persiapan selama Ramadhan. Budak wanita itu kemudian heran dengan apa yang diperbuat tuannya karena yang demikian itu tidak pernah ia dapatkan ketika masih mengabdi kepada tuannya yang lama. “Maaf tuan, kelihatannya anda sibuk sekali, sepertinya akan masa paceklik yang panjang?” tanyanya. “Kami sedang mempersiapkan menyambut Ramadhan” jawab tuannya. Budak itu berkata, “Memangnya kalian tidak berpuasa selain bulan ini? Demi Allah, aku dulu hidup bersama orang yang sepanjang masanya adalah Ramadhan, kembalikan saya kepada tuanku itu.”
            Demikian salafushshalih menjadikan seluruh bulannya untuk taat kepada Allah dengan menjaga batasanNya sebagaimana mereka ketika berada di Bulan Ramadhan. Dikarenakan ilmu yang sampai pada hati dan lisan mereka. Merekalah manusia-manusia Ramadhan.
            Wallahua’lam bishshowab. Semoga bisa menjadi teladan. Bukan berarti “menyembah” Ramadhan, melainkan menyembah Allah Subhanahu Wa ta’ala.

PERSIAPAN MENJELANG BULAN RAMADHAN

1. Persiapan Fisik
Untuk memasuki Ramadhan kita memerlukan fisik yang lebih prima dari biasanya. Sebab, jika fisik lemah, bisa-bisa kemuliaan yang dilimpahkan Allah pada bulan Ramadhan tidak dapat kita raih secara optimal. Maka, sejak bulan sya’ban ini mari persiapkan fisik seperti olah raga teratur, membersihkan rumah, makan-makanan yang sehat dan bergizi. Rosululloh SAW berpuasa pada bulan syaban, sebagai latihan sebelum datangnya bulan Ramadhan. Dalam riwayat lain dikatakan bahwa: ”Beliau melakukan puasa sunnah bulan Sya’ban sebulan penuh, beliau sambung bulan itu dengan Ramadhan”. (Hadits shahih diriwayat kan oleh para ulama’ hadits, lihat Riyadhush-Shalihin, Fathul Bari, Sunan At-Tirmidzi ).
2. Persiapan Materi
Bulan Ramadhan merupakan bulan muwaasah (bulan santunan). Sangat dianj ur kan memberi santunan kepada or ang lain, betapapun kecilnya. Pahala yang sangat besar akan didapat oleh orang yang tidak punya, manakala ia memberi kepada orang lain yang berpuasa, sekalipun Cuma sebuah kurma, seteguk air atau sesendok mentega.
Hal ini sebagaimana dicerit akan oleh I bnu Abbas RadhiyaLlahu ‘anhu: ”Sungguh, Rasulullah saw saat bert emu dengan malaikat Jibril, lebih derma dari pada angin yang dilepaskan”. (HR Muttafaqun ‘alaih). Sant unan dan sikap ini sudah tentu tidak dapat dilakukan dengan baik kecuali manakala jauh sebelum Ramadhan  telah ada persiapan-persiapan materi yang memadai.
3. Persiapan Fikriyah
Persiapan fikriyah atau akal dilakukan dengan membekali diri dengan ketentuan, aturan, dan hukum puasa, adab, dan etika serta amalannya. Di samping itu senantiasa berusaha membersihkan hati dari sifat tercela dan sifat hina agar ibadah yang dilaksanakan diterima oleh Allah. Banyak orang yang berpuasa tidak menghasilan kecuali lapar dan dahaga. Hal ini dilakukan karena puasanya tidak dilandasi dengan ilmu yang cukup. Seorang yang beramal tanpa ilmu, maka tidak menghasilkan kecuali kesia-siaan belaka.

SALAM RSUA EDISI 15

MENYAMBUT RAMADHAN


      Bulan Ramadhan  sebentar lagi akan tiba, bulan yang sangat mulia, bulan tarbiyah (pembinaan) untuk mencapai derajat yang paling tinggi, paling mulia: derajat taqwa. “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa. (QS Al Baqarah: 183).
    Bagi seorang muslim, tentu kedatangan bulan Ramadhan akan disambut dengan rasa gembira dan penuh syukur, karena Ramadhan merupakan bulan maghfirah, rahmat dan menuai pahala serta sarana menjadi orang yang muttaqin.
    Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita melakukan persiapan diri untuk menyambut kedatangan bulan Ramadhan, agar Ramadhan kali ini benar-benar memiliki nilai yang tinggi dan dapat mengantarkan kita menjadi orang yang bertaqwa.
   Marilah sebagai umat Islam bersiap-siap dan penuh tekad untuk menjalankan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya. Marilah kita menghayati kembali tata cara Rasulullah s.a.w. dalam menyambut kedatangan bulan Ramadhan yang mulia agar Ramadhan kali ini dapat memberikan bekas yang positif dan kesan yang mendalam terhadap keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah Subhanahu wata’ala.