1. Sedekah
yang manfaatnya untuk diri sendiri
"Bukankah
Allah swt telah menjadikan untuk kalian sesuatu yang kalian bersedekah dengannya?
Sesungguhnya, setiap tasbih sedekah, Setiap takbir, sedekah. Setiap tahmid (ucapan
alhamdulillah) sedekah, dan setiap tahlil (ucapan la ilaha illallah)
sedekah."
Termasuk
dalam hal ini adalah istighfar (ucapan astaghfirullah) dan
dzikir-dzikir lainnya. Walaupun tidak disebut dalam hadits di atas, namun ia
termasuk dalam kategori al-dzikr (dzikir).
2. Sedekah
yang manfaatnya untuk orang lain
1) Amar
ma'ruf, Nahi munkar
2)
Mengajarkan ilmu yang
bermanfaat.
3)
Menghilangkan dan menghindarkan
segala hal yang mengakibatkan bahaya.
4)
Mendo'akan sesama umat Islam.
3. Sedekah
yang Utama
Kondisi
sehat dan cinta terhadap harta, bisa menjadi penghambat seseorang untuk
mengeluarkan sedekahnya.
Pada
satu kesempatan, Rasulullah SAW ditanya seseorang sahabatnya tentang sedekah
yang paling utama. Kata beliau, ''Engkau menyedekahkan harta itu pada saat
engkau dalam keadaan sehat dan di kala engkau benar−benar menginginkan harta
tersebut saat itu.'' (HR Abu Dawud).
4. Sedekahlah
Dari Apa Yang Terbaik
“Wahai
orang-orang yang beriman! Belanjakanlah (pada jalan Allah) sebahagian dari
hasil usaha kamu yang baik-baik, dan sebahagian dari apa yang Kami keluarkan
dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu sengaja memilih yang buruk daripadanya
(lalu kamu dermakan atau kamu jadikan pemberian zakat), padahal kamu sendiri
tidak sekali-kali akan mengambil yang buruk itu (kalau diberikan kepada kamu),
kecuali dengan memejamkan mata padanya. Dan ketahuilah, sesungguhnya Allah Maha
Kaya, lagi sentiasa Terpuji.” (Al-Baqarah: 267)
5.
Larangan Mengungkit-Ungkit Apa Yang
Disedekahkan
“Wahai
orang-orang yang beriman! Jangan rosakkan (pahala amal) sedekah kamu dengan
perkataan membangkit-bangkit dan (kelakuan yang) menyakiti, seperti (rosaknya
pahala amal sedekah) orang yang membelanjakan hartanya kerana hendak
menunjuk-nunjuk kepada manusia (riak), dan ia pula tidak beriman kepada Allah
dan hari akhirat. Maka bandingan orang itu ialah seperti batu licin yang ada
tanah di atasnya, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu ditinggalkannya
bersih licin (tidak bertanah lagi). (Demikianlah juga halnya orang-orang yang
kafir dan riak itu) mereka tidak akan mendapat sesuatu (pahala) pun dari apa
yang mereka usahakan. Dan (ingatlah), Allah tidak akan memberi petunjuk kepada
kaum yang kafir. (Al-Baqarah: 264)
![Text Box: Di dalam Al-Quran banyak sekali ayat yang menganjurkan kaum Muslimin untuk senantiasa memberikan sedekah. di antara ayat yang dimaksud adalah firman Allah SWT yang artinya : “Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barang siapa yang berbuat demikian karena mencari keridhoan Allah, maka kelak kami akan memberi kepadaya pahala yang besar.” (QS.An-nisaa[4]:114](file:///C:\Users\user\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image001.gif)