Mengintip Makanan RASULULLAH
JENIS ROTI YANG DIMAKAN OLEH RASULULLAH SAW
“Keluarga
Nabi saw tidak pernah makan roti sya’ir sampai kenyang dua hari berturut-turut
hingga Rasulullah saw wafat.”(Diriwayatkan oleh Muhammad bin al Matsani, dan
diriwayatkan pula oleh Muhammad bin Basyar, keduanya menerima dari Muhammad bin
Ja’far, dari Syu’bah, dari Ishaq, dari Abdurrahman bin Yazid, dari al Aswad bin
Yazid, yang bersumber dari `Aisyah r.a.)
·
Sya’ir,khintah dan bur, semuanya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia
dengan “gandum” sedangkan sya’ir merupakan gandum yang paling rendah mutunya.
Kadang kala ia dijadikan makanan ternak, namun dapat pula dihaluskan untuk
makanan manusia. Roti yang terbuat dari sya’ir kurang baik mutunya sya’ir lebih
dekat kepada jelai daripada gandum.
·
Abdurrahman bin Yazid dan al Aswad bin Yazid bersaudara, keduanya rawi
yang tsiqat.”Rasulullah saw. tidak pernah makan di atas meja dan tidak pernah
makan roti gandum yang halus, hingga wafatnya.”(Diriwayatkan oleh `Abdullah bin
`Abdurrahman, dari’Abdullah bin `Amr –Abu Ma’mar-,dari `Abdul Warits, dari Sa’id
bin Abi `Arubah, dari Qatadah, yang bersumber dari Anas r.a.)
LAUK PAUK YANG DIMAKAN RASULULLAH SAW
“Sesungguhnya
Rasulullah bersabda: “Saus yang paling enak adalah cuka.”
Abdullah bin `Abdurrahman berkata : “Saus yang paling enak adalah cuka.”(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Shal bin `Askar dan `Abdullah bin`Abdurrahman,keduanya menerima
Abdullah bin `Abdurrahman berkata : “Saus yang paling enak adalah cuka.”(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Shal bin `Askar dan `Abdullah bin`Abdurrahman,keduanya menerima
dari Yahya bin Hasan,dari Sulaiman bin
Hilal, Hisyam bin Urwah, dari bapaknya yang bersumber dari `Aisyah r.a.)
“Rasulullah saw bersabda : “Makanlah minyak zaitun dan berminyaklah dengannya.
Sesungguhnya ia berasal dari pohon yang diberkahi.”(Diriwayatkan oleh Mahmud
bin Ghailan, dari Abu Ahmad az Zubair, dan diriwayatkan pula oleh Abu Nu’aim,
keduanya menerima dari Sufyan, dari ` Abdullah bin `Isa, dari seorang laki-laki
ahli syam yang bernama Atha’, yang bersumber dari Abi Usaid r.a.)
·
Abi Usaid adalah `Abdullah bin Tsabit az Zarqi.
“Nabi saw menggemari buah labu. maka (pada suatu
hari) beliau diberi makanan itu, atau diundang untuk makan makanan itu (labu).
Aku pun mengikutinya, maka makanan itu (labu) kuletakkan dihadapannya, karena
aku tahu beliau menggemarinya. (Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar, dari
Muhammad bin Ja’far, dan diriwayatkan pula oleh Abdurrahman bin Mahdi,keduanya
menerima dari Syu’bah, dari Qatadahyang bersumber dari Anas bin Malik r.a.)
“Nabi saw. menyenangi kue-kue manis (manisan) dan
madu.”(Diriwayatkan oleh Ahmad bin Ibrahim ad Daruqi, juga diriwayatkan oleh
Salamah bin Syabib dan diriwayatkan pula oleh Mahmud bin Ghailan, mereka menerimanya
dari Abu Usamah, dari Hisyam bin `Urwah yang bersumber dari `Aisyah r.a.)
“Nabi saw diberi makan daging, maka diambilakan
baginya bagian dzir’an.Bagian dzir’an kesukaannya. Maka Rasulullah saw
Mencicipi sebagian daripadanya. “(Diriwayatkan oleh Washil bin `Abdul A’la,
dari Muhammad bin Fudlail, dari Abi Hayyan at Taimi, dari Abi Zar’ah, yang
bersumber dari Abu Hurairah r.a.)
Dzir’an adalah bagian
tubuh binatang dari dengkul sampai bagian kaki.“Daging yang paling baik adalah punggung.”(Diriwayatkan oleh Mahmud bin Ghailan, dari Abu Ahmad, dari Mis’ar, dari Syaikhan, dari Fahm,yang bersumber dari `Abdullah bin Ja’far r.a.)
