Rabu, 12 Februari 2014


Detik-Detik Wafatnya Nabi Muhammad SAW
Matahari kian tinggi. Tapi pintu rumah Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa salam masih tertutup. Didalam rumahnya, Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa salam tengah terbaring lemah dengan kening berkeringat membasahi pelepah kurma sebagai alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar salam.
"Assalamu'alaikum. Bolehkah saya masuk?" tanyanya.
Siti Fatimah tidak serta merta mengijinkan ia masuk."Wa'alaikumsalam. Maaf Ayahandaku lagi demam." Ia kembali menemani Ayahandanya yang ternyata sudah membuka mata sembari bertanya: "Siapakah dia wahai anakku?" "Tak tahulah Ayahandaku. Sepertinya baru kali ini aku melihatnya." tutur Fatimah dengan lembutnya. Lalu Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa salam menatap puterinya dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bagian demi bagian wajah puterinya ingin dikenangnya. "Ketahuilah Fatimah. Dialah yang akan menghapuskan kenikmatan sementara. Dialah yang akan memisahkan pertemuan di dunia. Dialah Malaikatul Maut." kata Rasulullah.
Seketika Fatimah berusaha menahan ledakan tangisnya.

Malaikat Datang Ke Bumi
Ketika Malaikat maut datang mendekat, Rasulullah menanyakan kenapa Malaikat Jibril tidak menyertainya. Kemudian dipanggillah Malaikat Jibril yang sudah bersiap di atas langit dunia untuk menyambut kedatangan Ruh kekasih Allah yang begitu Mulia ini. "Jibril, katakan apa hakku nanti di hadapan Allah." tanya Rasulullah dengan suara yang teramat lemah dan lirih.
"Pintu-pintu langit telah terbuka. Para Malaikat telah menanti Ruhmu. Semua Surga terbuka lebar menanti kedatanganmu." jawab Malaikat Jibril.
Dan ternyata itu tidak membuat hati Rasulullah lega. Matanya masih begitu tampak penuh kecemasan.
"Engkau tidak senang mendengar kabar ini ya Rasul?" tanya Malaikat Jibril. "Katakan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" lanjut Rasulullah. "Jangan khawatir ya Rasulullah. Aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku, "Kuharamkan Surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya." jawab Malaikat Jibril.
Detik demi detik semakin berlalu. Saatnya Malaikat Izrail (Maut) melaksanakan tugasnya. Perlahan Ruh Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa salam ditariknya. Tampak sekujur tubuh Rasulullah bersimbah keringat. Urat-urat lehernya menegang.
"Jibril, betapa sakitnya Sakratul Maut ini." Rasulullah mengaduh lirih. Fatimah tak kuasa menatap Ayahandanya. Dibiarkan matanya terpejam. Sayyidina Ali yang berada di sampingnya menunduk semakin dalam. Malaikat Jibrilpun memalingkan muka. "Jijikkah engkau melihatku hingga engkau palingkan wajahmu Ya Jibril?" tanya Rasulullah pada Malaikat Jibril sang Penyampai Wahyu itu. "Siapa yang sanggup melihat kekasih Allah direnggut ajal ya Rasul?" kata Malaikat Jibril.
Kasih Sayang Kepada Umat Tiada Duanya
Kemudian terdengar Rasulullah memekik karena merasakan sakit yang tak tertahankan. "Ya Allah, dahsyat sekali sakitnya maut ini. Timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku. Jangan pada umatku." Badan Rasulullah mulai dingin. Kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya mulai bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu. Ali segera mendekatkan telinganya kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa salam. "Uushikum bishshalaati wamaa malakat aymanukum." Aku berpesan kepada kalian jagalah sholat dan peliharalah orang-orang lemah diantara kamu." Di luar pintu, tangispun mulai terdengar bersahutan. Sahabat Rasulullah saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya. Dan Sayyidina Ali kembali mendekatkan telinga di bibir Rasulullah yang mulai tampak kebiru-biruan.
"Ummatii...Ummatii....Ummatii."
Bagaimana nasib umatku.. umatku.. umatku.
Inna Lillahi Wainna Ilaihi Raji'un. Berakhirlah sudah riwayat hidup seorang manusia yang kemuliaannya tak ada yang menandingi. Seorang manusia pilihan yang telah memberi sinar cahaya terang dan membawa kita terbebas dari kegelapan. Sosok yang begitu cinta kepada umatnya. Di saat ajalpun Rasulullah tidak memikirkan anaknya, isterinya atau yang lainnya. Dalam hatinya Rasulullah begitu gelisah memikirkan nasib umatnya. Wassalamu'alaikum..

TUNTUNAN ROSULULLOH DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI



1.      Selalu mendahulukan  yang kanan
Nabi SAW menyukai memulai dengan bagian yang kanan, dalam memakai sandalnya, dalam menyisir rambutnya, dalam bersucinya, dan dalam gerak-geriknya” (Shahih Bukhari).
2.      Senyum dan Salam (Mengucapkan dan menjawab)
Jangan Sekali-kali meremehkan sesuatu perbuatan baik walaupun hanya sekedar senyuman. Dari Abu Dzar ra, dia berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban).
3.      Makan dan Minum dalam Keadaan Duduk
Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah sekali-kali salah seorang di antara kalian minum sambil berdiri. Apabila dia lupa maka hendaknya dia muntahkan.” (HR. Muslim no. 2026)
4.      Menyambung Silaturrahmi
Rasulullah SAW. bersabda: Barang siapa yang merasa senang bila dimudahkan rezekinya dan dipanjangkan usianya, maka hendaklah dia menyambung hubungan kekeluargaan (silaturahmi). (Shahih Muslim No.4638)
5.      Memenuhi Undangan dan Menjenguk orang Sakit
Rasulullah saw. bersabda: Ada lima kewajiban bagi seorang muslim terhadap saudaranya yang muslim; menjawab salam, mendoakan orang yang bersin, memenuhi undangan, menjenguk orang sakit dan mengiring jenazah. (Shahih Muslim No.4022)
6.      Shalat Tahajjud
Nabi SAW bersabda:“Dua rakaat di tengah malam yang dilakukan oleh se­orang anak Adam  lebih baik daripada dunia dan seisinya. Dan jika saja tidak memberatkan umatku, niscaya aku me­wajibkan dua rakaat shalat malam ter­sebut kepada mereka.”
7.      Membaca Al-Qur’an
Allah SWT berfirman:Al-quran ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa. (QS Al-Baqarah [2]: :2)
8.      Shalat Berjama'ah di Masjid
Rasulullah Saw bersabda: Tidak akan masuk neraka, orang yang shalat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam matahari'." (HR Muslim).
9.      Shalat Dhuha
Ada banyak keutamaan di balik Shalat Dhuha, pelakunya diampuni dosanya, rezekinya diluaskan sepanjang hari, dan dimasukkan ke surga melalui pintu Dhuha. Bahkan, siapa saja yang mengerjakan shalat Dhuha secara kontinu (dawâm), pahalanya bisa menyamai pahala ibadah haji (bagi yang belum mampu).
10.   Sedekah (setiap hari)
Allah SWT menyukai orang yang suka bersedekah, dan malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari.
11. Istighfar (setiap saat)
Sabda Rasulullah SAW: "Tidaklah tergolong orang berdosa, orang yang selalu beristigfar meskipun dia mengulangi perbuatan dosanya sebanyak 70 kali dalam sehari." (HR Tirmidzi).




AKHLAK ROSULULLOH



Dalam al-Qur’an, tidak ada seorang nabi yang dipuji begitu tinggi, melebihi Nabi Muhammad SAW. Dalam satu ayat, Nabi SAW disebut sebagai teladan yang baik (uswah hasanah), yakni tokoh identifikasi atau dalam bahasa sekarang dinamakan model peran, role model (QS. Al-Ahzab [33]: 29.
Para sahabat juga memberikan kesaksian atas keluhuran akhlak Muhammad Rosulullah saw. baik selaku nabi maupun sebagai pemimpin umat. Antara lain mereka katakan, bahwa Nabi saw.:
1.     Sangat dermawan. Ibnu Syihab ra. mengemukakan, setelah perang di Hunain Rosulullah saw. memberi Shofwan bin Umaiyah seratus ekor ternak, kemudian ditambahnya seratus ekor lagi." (HR. Muslim)
2.     Selalu mengabulkan permintaan orang lain. Jabir bin Abdullah ra. menceritakan, "Apabila Rosulullah saw. dimintai sesuatu, beliau tidak pernah menjawab dengan perkataan: ’Tidak’." (HR. Muslim)
3.     Bersikap bijak. Abu Huroiroh ra. mengisahkan, ketika ada seorang Arab Dusun kencing di masjid para sahabat membentaknya. Lalu Muhammad Rosulullah saw. bersabda, "Biarkanlah dia. Dan siramlah kencingnya itu dengan seember air. Kalian semua diperintah untuk berlaku manis dan bijak. Bukan berlaku kasar dan menimbulkan kesulitan". (HR. Bukhori) Ketika itu lantai masjid yang dikencingi oleh orang Arab dusun tersebut berupa pasir. Jadi sekali disiram seember air, air kencingnya meresap ke dalam pasir.
4.     Pemberani. Anas bin Malik ra. mengungkapkan, "Rosulullah saw. adalah orang yang paling baik, paling pemurah, dan paling pemberani. Pada suatu malam penduduk Madinah dikejutkan oleh suatu suara. Lalu orang banyak keluar ke arah datangnya suara itu. Di tengah jalan mereka berpapasan dengan Rosulullah saw. yang hendak pulang. Rupanya beliau telah mendahului mereka ke tempat asal suara tersebut Beliau mengendarai kuda yang dipinjamnya dari Abu Tholhah, sambil menyandang pedang. Sabda beliau: ’Jangan panik, jangan panik’. Kami dapati beliau memang santai-santai saja, dar berkuda perlahan-lahan". (HR. Muslim)
5.     Tempat berlindung para sahabat. Ali bin Abu Tholib ra. mengabarkan, "Pada saat pertempuran sedang hebat-hebatnya, kami selalu berlindung di belakang Rosulullah saw. Tidak ada orang yang lebih berani mendekati musuh seperti beliau". (HR. Muslim)

SALAM RSUA EDISI 7



Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuhu
Asyhadu allaa ilaaha illaloohu wahdahu laa syariikalah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosuuluhu laa nabiyya ba’dah.
Allahumma sholli wasallim wa baarik ‘ala muhammadin wa ‘ala aaalihi wa ash-haabihi ajma’iin,
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah member kita berbagai ni’mat terutama ni’mat iman dan ni’mat islam serta sehat walafiat. Sholawat serta salam semoga tercurah limpah kepada baginda alam nabi besar Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabat.
Suatu ni’mat yang sangat besar ketika kita dapat hidup dalam naungan hidayah dan cahaya yang dibawa melalui Nabi Besar Muhammad SAW. Kita dapat terbebas dari zaman jahiliyah menuju zaman dengan Nur Al Qur’an. Betapa agung beliau, betapa berat perjuangan beliau dalam membawa Risalah ajaran agama Islam.
Namun zaman sekarang ini sudah banyak yang jauh dari tuntunan Rasulullah SAW, manusia banyak yang melupakan Al Quran, lupa dengan sunah, dan lupa dengan agamanya. Bagaimanakah kita mengenal beliau, bagaimana cara meneladani hidup dan sunnah, kembali kami hadirkan melalui media bulletin ini. Semoga dapat menambah kembali kecintaan kita kepada beliau, dan senantiasa kembali meneladani beliau dalam menjalani kehidupan. Aamiin