Dalam al-Qur’an, tidak ada seorang nabi yang dipuji
begitu tinggi, melebihi Nabi Muhammad SAW. Dalam satu ayat, Nabi SAW disebut
sebagai teladan yang baik (uswah hasanah), yakni tokoh identifikasi atau
dalam bahasa sekarang dinamakan model peran, role model (QS. Al-Ahzab
[33]: 29.
Para sahabat juga memberikan kesaksian atas keluhuran
akhlak Muhammad Rosulullah saw. baik selaku nabi maupun sebagai pemimpin umat.
Antara lain mereka katakan, bahwa Nabi saw.:
1.
Sangat
dermawan. Ibnu Syihab ra. mengemukakan, setelah perang di Hunain Rosulullah
saw. memberi Shofwan bin Umaiyah seratus ekor ternak, kemudian ditambahnya
seratus ekor lagi." (HR. Muslim)
2.
Selalu
mengabulkan permintaan orang lain. Jabir bin Abdullah ra. menceritakan,
"Apabila Rosulullah saw. dimintai sesuatu, beliau tidak pernah menjawab
dengan perkataan: ’Tidak’." (HR. Muslim)
3.
Bersikap
bijak. Abu Huroiroh ra. mengisahkan, ketika ada seorang Arab Dusun kencing di
masjid para sahabat membentaknya. Lalu Muhammad Rosulullah saw. bersabda,
"Biarkanlah dia. Dan siramlah kencingnya itu dengan seember air. Kalian
semua diperintah untuk berlaku manis dan bijak. Bukan berlaku kasar dan
menimbulkan kesulitan". (HR. Bukhori) Ketika itu lantai masjid yang
dikencingi oleh orang Arab dusun tersebut berupa pasir. Jadi sekali disiram
seember air, air kencingnya meresap ke dalam pasir.
4.
Pemberani.
Anas bin Malik ra. mengungkapkan, "Rosulullah saw. adalah orang yang
paling baik, paling pemurah, dan paling pemberani. Pada suatu malam penduduk
Madinah dikejutkan oleh suatu suara. Lalu orang banyak keluar ke arah datangnya
suara itu. Di tengah jalan mereka berpapasan dengan Rosulullah saw. yang hendak
pulang. Rupanya beliau telah mendahului mereka ke tempat asal suara tersebut
Beliau mengendarai kuda yang dipinjamnya dari Abu Tholhah, sambil menyandang
pedang. Sabda beliau: ’Jangan panik, jangan panik’. Kami dapati beliau memang
santai-santai saja, dar berkuda perlahan-lahan". (HR. Muslim)
5.
Tempat
berlindung para sahabat. Ali bin Abu Tholib ra. mengabarkan, "Pada saat
pertempuran sedang hebat-hebatnya, kami selalu berlindung di belakang
Rosulullah saw. Tidak ada orang yang lebih berani mendekati musuh seperti
beliau". (HR. Muslim)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar