Kamis, 21 Agustus 2014

SEORANG BUDAK YANG MENCINTAI RASULULLAH



Ada seorang budak yang dibebaskan Rasulullah S.A.W. Namanya adalah Thouban. Thouban begitu senang ketika Rasulullah S.A.W. membebaskannya. Dia sangat mencintai Rasulullah.
            Suatu hari dia belum melihat Rasulullah S.A.W. Jadi ketika dia menemuinya, Rasulullah S.A.W. melihat wajah Thouban R.A. begitu murung. Rasulullah S.A.W. bertanya kepadanya: “Ya Thouban, ada apa? Kenapa hari ini kau terlihat begitu murung?”
Dia berkata: “Ya Rasulullah S.A.W., apakah kau tahu bahwa aku begitu mencintaimu? Aku perlu melihatmu setiap hari. Ketika aku melihatmu, aku merasa begitu senang. Aku harus melihatmu, kau tidak tahu perasaan hatiku.
            Ya Rasulullah, aku begitu bahagia karena dapat melihatmu sekarang, tapi ketika aku tidak melihatmu, aku memikirkan kematian dan
akhirat. Dan aku berpikir ketika kau diambil oleh Allah S.W.T. dan masuk ke dalam surga, maka kau akan berada di surga yang paling tinggi, bersama para anbiyya, orang-orang yang syahid, dan orang-orang saleh, sedangkan aku tidak dapat melihatmu lagi, karena jika aku masuk surga, maka aku akan berada di surga tingkat rendah, bahkan kemungkinan aku tidak akan masuk surga. Dan jika itu yang terjadi, aku tidak akan bisa melihatmu lagi!”
            Wallahi, tepat pada saat dia selesai berkata demikian, Jibril A.S. turun dan mewahyukan ayat:
Dan barangsiapa yang menta'ati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni'mat oleh Allah, yaitu : Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (Q.S.An-Nisaa:69)
Ketika Thouban mendengar ini, Subhanallah, dia mulai tersenyum lagi!

KEUNTUNGAN PUASA SYAWAL



1.          Berpuasa enam hari di bulan Syawal setelah Ramadhan akan menyempurnakan ganjaran berpuasa setahun penuh.
2.          Puasa Syawal dan puasa Sya’ban seperti halnya shalat rawatib qobliyah dan ba’diyah. Amalan sunnah seperti ini akan menyempurnakan kekurangan dan cacat yang ada dalam amalan wajib. Setiap orang pasti memiliki kekurangan dalam amalan wajib. Amalan sunnah inilah yang nanti akan menyempurnakannya.
3.          Membiasakan berpuasa setelah puasa Ramadhan adalah tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan. Karena Allah Ta’ala jika menerima amalan hamba, maka Dia akan memberi taufik pada amalan sholih selanjutnya, maka itu adalah tanda diterimanya amalan yang pertama. Begitu pula orang yang melaksanakan kebaikan lalu dilanjutkan dengan melakukan kejelekan, maka ini adalah tanda tertolaknya atau tidak diterimanya amalan kebaikan yang telah dilakukan.”
4.          Karena Allah telah memberi taufik dan menolong kita untuk melaksanakan puasa Ramadhan serta berjanji mengampuni dosa kita yang telah lalu,  maka hendaklah kita mensyukuri hal ini dengan melaksanakan puasa setelah Ramadhan. Sebagaimana para salaf dahulu, setelah malam harinya melaksanakan shalat malam, di siang harinya mereka berpuasa sebagai rasa syukur pada Allah atas taufik yang diberikan. (Disarikan dari Latho’if Al Ma’arif, 244, Asy Syamilah)

TATA CARA PUASA SYAWAL



1.        Puasa sunnah Syawal dilakukan selama enam hari
2.        Lebih utama dilaksanakan sehari setelah Idul Fitri, namun tidak mengapa jika diakhirkan asalkan masih di bulan Syawal.
3.        Lebih utama dilakukan secara berurutan namun tidak mengapa jika dilakukan tidak berurutan.
4.        Usahakan untuk menunaikan qodho’ puasa terlebih dahulu agar mendapatkan ganjaran puasa Syawal yaitu puasa setahun penuh.
5.        Boleh melakukan puasa Syawal pada hari Jum’at dan hari Sabtu.

PUASA SYAWAL



Puasa Syawal, adalah berpuasa selama enam hari setelah tanggal satu Syawwal. Dalam hal ini bisa dimulai dari tanggal dua dan seterusnya selama di bulan Syawwal. Di antara keistimewaan puasa pada bulan Syawal adalah sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah SAW sebagai berikut:Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan  berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia akan dapat pahala seperti berpuasa setahun penuh.” (HR. Muslim dari Abu Ayub al-Anshari)

BEKAL SELEPAS RAMADHAN



Setelah Bulan Ramadhan belalu, tibalah Bulan Syawal. Beberapa amalan positif selama Ramadhan yang perlu dilestarikan dan ditingkatkan adalah
1.     Amalan shalat, dalam hal ini adalah membiasakan shalat berjamaah lima waktu di masjid, membiasakan shalat malam (tahajjud) setiap hari, dan membiasakan shalat-shalat sunnah lainnya
2.     Amalan puasa (shaum), dalam hal ini adalah membiasakan berpuasa sunnah, seperti puasa Syawwal, puasa Arafah, puasa Asyura, puasa Senin-Kamis, dan puasa-puasa sunnah lainnya
3.     Amalan sedekah
4.     Amalan tilawah al-Qur’an;
5.     Amalan thalabul ilmu, gemar menghadiri majelis ilmu.
6.     Istiqamah