SEPULANG RAMADHAN
Bulan Ramadhan, bulan penuh berkah telah
berlalu, berganti dengan bulan syawal
yang menjadi titik awal bagi diri seorang
muslim untuk tetap istiqamah menjalankan ibadah sebagaimana kualitas
pada saat bulan Ramadhan. “Setelah Ramadahn berlalu, sudahkan kita menunaikan
berbagai sebab yang akan mempermudah amalan kita di Bulan Ramadhan diterima di
sisiNya dan sudahkan kita bertekad untuk terus melanjutkan berbagai malan ibdah
yang telah digalakkan di bulan Ramadhan?”
Meneladani generasi sahabat, dimana hati mereka
merasa sedih seiring berlalunya Ramadhan. “ Mereka (para sahabat) berdo’a
kepada Allah selama 6 bulan agar mereka dapat menjumpai bulan Ramadhan ,
kemudian mereka pun berdo’a selama 6 bulan agar amalan yang telah mereka
kerjakan diterimaNya” (Lathaaiful ma’arif hal 232)
‘Ali bin Abi Thalib
radliallahu ‘anhu berkata, hendaklah kalian memperhatikan bagaimana agar amalan
kalian diterima daripada hanya sekedar beramal. Tidaklah kalian menyimak firmah
Allah “sesungguhnya Allah hanya menerima (amalan) dari orang-orng yang
bertaqwa.” (Al Maidah; 27.)(Lathaaiful Ma’arif ; 232)
Demikianlah sifat seorang
mukmin yang mukhlis dalam beribadah kepada Rabbnya. Termasuk sebagian ungkapan
rasa syukur seorang hamba atas berbagai nikmat yang telah dianugerahkan
kepadanya adalah terus menggalakkan berbagai amalan shalih yang telah ia
lakukan setelah Ramadhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar