Senin, 16 Maret 2015

KISAH ORANG SYUKUR DAN KUFUR NIKMAT

Abu Hurairah r.a mendengar Rasulullah bersabda: Dahulu di masa Bani Israil
ada tiga orang : Belang (sopak), dan buta. Allah berkenan akan
menguji mereka, maka Allah mengutus seorang malaikat yang datang pada orang
yang belang (sopak), lalu bertanya kepadanya : Apakah yang anda inginkan?
Jawabnya: warna yang bagus dan kulit yang baik, kini aku telah dijauhi
(dijijiki) oleh orang. Maka diusap oleh malaikat itu sehingga hilanglah
penyakitnya dan berubah menjadi kulit yang bagus dan warna yang indah, lalu
ditanya : harta kekayaan apakah yang anda inginkan? jawabnya: onta, maka
diberinya onta betina yang sedang bunting sambil didoakan, semoga Allah
memberkahi untukmu.

            Kemudian datang kepada yang buta dan bertanya: Apakah yang anda inginkan ? jawabnya : aku ingin sekiranya Allah mengembalikan penglihatan mataku
supaya dapat melihat segala sesuatu. Maka diusap oleh malaikat dan langsung
melihat kembali, lalu ditanya: kini harta apakah yang anda inginkan?
jawabnya : kambing. Lalu diberinya kambing yang bunting.
            Maka berjalankah beberapa lama sehingga masing-masing telah memiliki
satu lembah unta dan satu lembah kambing.
            Kemudian malaikat itu kembali kepada orang yang dahulunya belang (sopak) itu, berupa seperti si belang dahulu itu bentuk rupanya. Dan berkata: saya
seorang miskin yang telah putus hubungan dalam perjalananku ini, maka tiada
yang dapat menyampaikan aku ke tujuan kecuali pertolongan Allah dan
bantuanmu, aku mohon kepadamu demi Allah yang memberimu warna dan kulit
yang bagus serta harta kekayaan satu onta untuk menyampaikan aku ke
tujuanku dalam bepergian ini. Jawabnya: hak-hak orang masih banyak. Lalu
diingatkan oleh malaikat: aku seperti kenal kepadamu, tidakkah anda dahulu
belang, dibenci orang, miskin kemudian diberi kekayaan oleh Allah?
Jawabnya: Sungguh aku telah mewarisi harta ini dari orang tua. Maka
malaikat berkata: Jika anda dusta, semoga Allah mengembalikan anda pada
keadaan yang dahulu itu.
            Kemudian datang kepada yang buta dan berkata: Aku seorang miskin, orang
rantau yang telah putus hubungan dalam perjalananku, maka aku takkan dapat
sampai ke tujuan kecuali dengan pertolongan Allah kemudian bantuanmu. Aku
mohon demi Allah, Allah yang telah mengembalikan penglihatanmu, satu
kambing untuk bekal yang dapat menyampaikan aku ke tujuanku. Jawabnya:
Benar dahulu aku buta, kemudian Allah mengayakan aku, maka kini ambillah
sesukamu, demi Allah aku takkan memberatkan kepadamu dengan sesuatu yang
anda ambil karena Allah itu. Maka malaikat itu berkata: Tahanlah hartamu,
maka kamu bertiga diuji oleh Allah ridha kepadamu dan murka pada kedua
kawanmu itu. (Bukhari dan Muslim)

CARA BERSYUKUR

1.       Bersyukur dengan hati nurani. Hatinya mengakui dan meyakini bahwa segala nikmat yang diperoleh itu berasal dari Allah Ta’ala semata. Kata hati alias nurani selalu benar dan jujur. Untuk itu, orang yang bersyukur dengan hati nuraninya sebenarnya tidak akan pernah mengingkari banyaknya nikmat Allah.
2.       Bersyukur dengan ucapan. Lisannya senantiasa mengucapkan kalimat Thayyibbah sebagai bentuk pujian terhadap Allah Ta’ala. Dalam sebuah hadist, Rasulullah bersabda, ``Barangsiapa mengucapkan subhanAllah, maka baginya 10 kebaikan. Barangsiapa membaca la ilaha illAllah, maka baginya 20 kebaikan. Dan, barangsiapa membaca alhamdulillah, maka baginya 30 kebaikan.
3.       Bersyukur dengan perbuatan. Menggunakan nikmat-nikmat
Allah Ta’ala untuk beramal shalih. Menurut Imam al-Ghazali, ada tujuh anggota tubuh yang harus dimaksimalkan untuk bersyukur. Antara lain, mata, telinga, lidah, tangan, perut, kemaluan, dan kaki. Seluruh anggota ini diciptakan Allah sebagai nikmat-Nya untuk kita. Lidah, misalnya, hanya untuk mengeluarkan kata-kata yang baik, berzikir, dan mengungkapkan nikmat yang kita rasakan. Allah berfirman, ``Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).`` (QS Adh-dhuha: 11).

KIAT SYUKUR KEPADA ALLAH

1.       Ingatlah segala kenikmatan yang Allah sudah berikan kepada kita;
2.       Lakukan segala kewajiban hanya karena dan untuk menggapai ridha-Nya, bukan karena sesuatu, bukan karena takut atasan, atau untuk dipuji oleh orang lain;
3.       Selalu melihat pada orang-orang yang lebih menderita dan kurang beruntung dari kita;
4.       Mengakui dalam hati bahwa nikmat yang kita terima adalah dari Allah dan akan kembali kepada-Nya;

5.       Selalu mengikuti kajian keagamaan, bisa melalui televisi, radio, atau pengajian-pengajian.
Insya Allah, jika ikhlas dan syukur sudah tertanam dalam hati kita, serta tidak ada lagi kata-kata mengeluh, tidak akan ada lagi kesedihan dan penderitaan yang menimpa diri kita.
Wallahu a’lam. 

KEUTAMAAN BERSYUKUR KEPADA ALLAH

1.       Allah akan menambahkan nikmat seorang hamba nya yang bersyukur
2.       Jauh dari sifat ingkar terhadap nikmat Allah
3.       Allah akan selalu mengingat kepada orang yang senantiasa bersyukur
4.       Membuat hati kita menjadi lapang dada dan bahagia
5.       Terhindar dari azab Allah yang begitu pedih yang disebabkan karena tidak bersyukur
6.       Jika kita melihat Hukum Daya Tarik (law of attraction), bersyukur akan meningkatkan kekuatan kita menarik apa yang kita inginkan. Kekuatan hukum ini akan sebanding dengan keyakinan dan perasaan positif. Sementara semakin banyak kita bersyukur, akan semakin banyak perasaan positif pada diri kita.
7.       Membuang energi negatif di dalam diri kita dan dengan izin Allah menggantikannya dengan energi positif di dalam diri kita.sehingga segala perasaan buruk, penyakit hati seperti marah, dengki, kecewa, dendam yang tersimpan di dalam diri kita akan ter-eliminasi.
8.       Membantu menjaga kesehatan tubuh dengan meningkatkan sitem imun. Bersyukur membuat kita terhindara dari strees yang dapat menurunkan imunitas tubuh

SALAM RSUA EDISI 29

SYUKUR

Ibnu `Abbas menceritakan, Rasulullah bersabda,
"Orang pertama yang akan dipanggil untuk masuk surga adalah orang-orang yang senantiasa memanjatkan puji syukur kepada Allah,yaitu orang- orang yang senantiasa memuji Allah dalam keadaan lapang dan dalam keadaan sempit"
(Tanbihul Ghafilin 197)
Allah swt berfirman dalam Al Qur'an surat Ibrahim ayat 7 yang artinya:
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Aku akan menambah nikmat-Ku kepadamu dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, sesungguhnya azab- Ku sangat pedih."
Dalam ayat ini Allah swt bahkan telah menjanjikan akan menambah nikmatnya bagi siapapun yang bs bersyukur.
            Syukur (Ar:asy-syukr = ucapan, perbuatan, dan sikap terima kasih atau al-hamd; pujian). Dalam ilmu tasawuf : ucapan, sikap dan perbuatan terima kasih kepada Allah SWT dan pengakuan yang tulus atas nikmat dan kurnia yang diberikan-Nya.
“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. An Nahl: 18)
            Refleksi dari syukur merupakan bagian dari kegiatan yang bersikap tawakkal dan mengandung arti "sesuatu hal yang menunjukkan penyebaran dari sebuah kebaikan", dari sisi syariah, syukur berarti memberikan pujian kepada yang memberikan nikmat, dalam hal ini Allah SWT dengan cara melakukan amar ma`ruf dan nahi munkar, dalam pengertian berserah diri dan tunduk pada perintah- Nya dan menjauhi larangannya.