1. Bersyukur
dengan hati nurani. Hatinya mengakui
dan meyakini bahwa segala nikmat yang
diperoleh itu berasal dari Allah Ta’ala semata. Kata hati alias
nurani selalu benar dan jujur. Untuk itu, orang yang bersyukur dengan hati
nuraninya sebenarnya tidak akan pernah mengingkari banyaknya nikmat Allah.
2.
Bersyukur dengan ucapan.
Lisannya senantiasa mengucapkan kalimat Thayyibbah sebagai bentuk pujian
terhadap Allah Ta’ala. Dalam sebuah hadist, Rasulullah bersabda,
``Barangsiapa mengucapkan subhanAllah, maka baginya 10 kebaikan. Barangsiapa
membaca la ilaha illAllah, maka baginya 20 kebaikan. Dan, barangsiapa membaca
alhamdulillah, maka baginya 30 kebaikan.
3. Bersyukur
dengan perbuatan. Menggunakan nikmat-nikmat
Allah Ta’ala untuk
beramal shalih. Menurut Imam al-Ghazali, ada tujuh anggota tubuh yang harus
dimaksimalkan untuk bersyukur. Antara lain, mata, telinga, lidah, tangan,
perut, kemaluan, dan kaki. Seluruh anggota ini diciptakan Allah sebagai
nikmat-Nya untuk kita. Lidah, misalnya, hanya untuk mengeluarkan kata-kata yang
baik, berzikir, dan mengungkapkan nikmat yang kita rasakan. Allah berfirman,
``Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan
bersyukur).`` (QS Adh-dhuha: 11).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar