Kamis, 25 Juni 2015

Cara Mengatur Pola Makan Yang Dianjurkan Saat Berpuasa*

* dr Cahyo Wibisono Nugroho, SpPD


Pola Makan Tepat Selama Ramadhan

              Karena perubahan jadwal makan yang biasanya 3 kali sehari berubah menjadi utamanya 2 kali sehari, untuk itu kita harus pandai menyiasati pemilihan menu pola makan yang tepat di waktu sahur dan berbuka.

            Asupan gizi harus seimbang antara karbohidrat, protein, dan lemak. Jangan berkurang ataupun jangan berlebihan. Hindari juga terlalu banyak menu gorengan, lebih baik jika di steam atau kukus, karena banyak gorengan bisa membuat kita mudah haus. Sebaiknya pilih nasi beras merah sebagai asupan karbohidrat kompleks untuk menjaga kestabilan kadar gula darah.

                Anda bisa menghidangkan kudapan manis berupa buah-buahan sebagai asupan sumber gula alami untuk menjaga kadar gula darah sekaligus sebagai sumber karbohidrat dan serat alami yang akan menjaga Anda tetap merasa kenyang.

            Seorang pakar kesehatan menyarankan saat santap sahur sebaiknya konsumsi buah bukan dalam bentuk jus tetapi langsung dimakan beserta ampasnya. Karena dengan memakannya secara langsung, karbohidrat yang terkandung di dalam buah dapat diserap oleh tubuh secara perlahan-lahan, dan membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil seharian.

            Jangan lupa bahwa air putih juga tetap diperlukan. Meskipun di dalam buah juga mengandung air, tetapi minumlah paling tidak 4 gelas air putih untuk menjaga agar tidak terjadi dehidrasi.

             Setelah makan sahur jangan langsung tidur lagi, agar makanan yang dicerna bisa diserap dan diproses secara sempurna oleh tubuh. Jika Anda langsung tidur setelah makan, biasanya asam lambung akan naik, dan hal ini bisa menyebabkan berbagai gangguan pencernaan seperti mulas, kembung, dan semacamnya.



Bersambung...

Selasa, 23 Juni 2015

Ramadhan?

Bulan Istimewa
Karena Ramadhan adalah bulan yang penuh ampunan Allah Ta’ala. Bulan yang penuh berkah. Di bulan ini, Allah membuka “bazar” ampunan-Nya seluas-luasnya bagi para hamba-Nya yang beriman. Amal-amal shalih pada bulan ini dilipat gandakan pahalanya sampai bilangan yang hanya diketahui oleh Allah semata.
Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam bersabda :
“Apabila telah tiba Ramadhan, dibuka pintu-pintu syurga dan ditutup semua pintu neraka dan diikat semua syaitan”
(HR Imam Bukhari,Muslim, Nasa'i,Ahmad-Baihaqi )


Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam bersabda :
“Siapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan nescaya akan diampuninya segala dosanya yang telah lalu”
(HR Imam Nasa'i, Ibn Majah, Ibn Hibban dan Baihaqi)


Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam bersabda :
“Setiap amalan anak Adam baginya melainkan puasa maka ia untuk-Ku dan Aku akan membalasnya. Dan puasa adalah perisai, maka apabila seseorang berada pada hari puasa maka dia dilarang menghampiri(bercumbu) pada hari itu dan tidak meninggikan suara .Sekiranya dia dihina atau diserang maka dia berkata : Sesungguhnya aku berpuasa demi Tuhan yang mana diri nabi Muhammad ditangan-Nya maka perubahan bau mulut orang berpuasa lebih harum di sisi Allah pada hari qiamat daripada bau kasturi, dan bagi orang berpuasa dua kegembiraan yang mana dia bergembira dengan keduanya apabila berbuka dia bergembira dengan waktu berbukanya dan apabila bertemu Tuhannya dia gembira dengan puasanya”
(HR Bukhari,Muslim, Nasa'i,Ahmad, Ibn Khuzaimah,Ibn Hibban - Baihaqi)


Mengapa Ramadhan?
Karena Allah menyanjung bulan Ramadhan dibanding bulan-bulan lain dengan dipilihnya sebagai waktu diturunkannya Al-Quran. Karena hal ini pula Dia mengistimewakannya.
Allah –Subhanahu wa Ta’ala– berfirman,
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَ بَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَ الْفُرْقَانِ
Bulan Ramadhan yang di dalamnya –mulai- diturunkannya Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan keterangan-keterangan yang nyata yang menunjuk kepada kebenaran, yang membedakan antara yang haq dan yang bathil.” (QS Al-Baqarah: 185)



Ramadhan Tlah Tiba, Mari Berpuasa ;)

              oleh dr Cahyo Wibisono Nugroho, SpPD
          Puasa menurut syariat Islam ialah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa semenjak mulai terbitnya fajar sampai dengan terbenamnya matahari, disertai dengan niat ikhlas ibadah kepada Allah, karena mengharapkan ridho-Nya serta menyiapkan diri dalam rangka meningkatkan ketakwaan. 

Dengan ini, maka secara otomatis, kegiatan mengkonsumsi makanan praktis hanya bisa dilakukan pada saat sahur dan berbuka puasa saja.


         Puasa adalah hal yang sebenarnya dapat membantu untuk menyehatkan badan jika apa yang kita lakukan saat makan sahur dan berbuka benar. Oleh sebab itu, mengatur pola makan sehat dengan pemenuhan gizi yang berimbang akan membuat anda dapat menunaikan ibadah puasa anda tanpa ada halangan yang berarti pada kesehatan anda dan lagi dapat menyehatkan



Beberapa manfaat puasa Ramadhan yaitu :



1.         Dengan berpuasa Ramadhan selama 1 bulan penuh maka hal ini secara tidak langsung manfaat bagi kesehatan adalah mengistirahatkan organ pencernaan kita serta juga perut dari kelelahan bekerja yang terus menerus dalam 11 bulan, dan juga membantu mengeluarkan sisa makanan dari dalam tubuh, memperkuat badan

2.         Membersihkan tubuh dari racun serta kotoran (detoksifikasi)
         Dengan berpuasa pada bulan suci Ramadhan, maka ini berarti kita juga akan membatasi kalori yang masuk dalam tubuh kita yang mana hal ini akan bermanfaat dalam proses metabolisme yang menghasilkan enzim antioksidan yang berfungsi salah satunya untuk membersihkan zat-zat yang bersifat racun dari dalam tubuh

3.      Bagi kesehatan psikologis kita faedah puasa akan kita dapatkan yaitu kondisi mental emosi kita akan lebih terjaga dan terkontrol dengan lebih baik lagi
       Keadaan ini akan membantu dalam penurunan tingkat adrenalin dalam tubuh. Yang mana adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata dapat meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya

4.   Puasa bagi kesehatan akan memberikan manfaatnya antara lain adalah bisa membantu dalam proses menurunkan kadar gula darah, kolesterol dan juga mengendalikan tekanan darah
Itulah mengapa dalam satu sisi, puasa sangat dianjurkan bagi perawatan mereka yang menderita penyakit diabetes, kolesterol tinggi, kegemukan dan darah tinggi. 

TENTUNYA HAL INI JUGA HARUS DIKONSULTASIKAN TERLEBIH DAHULU DENGAN TIM MEDIS YANG BERKOMPETEN !!! 
bila anda mempunyai suatu jenis penyakit tertentu

Selasa, 19 Mei 2015

TUNTUNAN ROSULULLOH DI BULAN SYA'BAN

Rasulullah telah memerintahkan untuk memperhatikan malam Nisfu Sya’ban (pertengahan bulan Sya’ban), dan bobot berkahnya beramal sholeh pada malam itu diceritakan oleh Sayyidina Ali Rodliallahu anhu, Rasulullah Shollallahu alaihi wasallam bersabda: “Jika tiba malam Nisfu Sya’ban, maka bersholatlah di malam harinya dan berpuasalah di siang harinya karena sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala menurunkan rahmatNya pada malam itu ke langit dunia, yaitu mulai dari terbenamnya matahari. Lalu Dia berfirman, ‘Adakah orang yang meminta ampun, maka akan Aku ampuni? Adakah orang meminta rizki, maka akan Aku beri rizki? Adakah orang yang tertimpa musibah, maka akan Aku selamatkan? Adakah begini atau begitu? Sampai terbitlah fajar.’” (HR. Ibnu Majah)
Kemudian apakah Nabi saw melakukan ibadah-ibadah tertentu didalam malam Nisfu Sya’ban ? Banyak di antara kaum muslimin yang terjebak dalam amalan-amalan bid’ah di bulan Sya’ban ini karena mereka mengamalkan hadits-hadits yang statusnya lemah, lemah sekali dan bahkan palsu. Padahal terdapat banyak hadits shahih yang menjelaskan dengan rinci bagaimana tuntunan Nabi Muhammad SAW dalam mengisi bulan yang mulia ini.
Bulan Sya’ban adalah bulan yang disukai untuk memperbanyak puasa sunah. Dalam bulan ini, Rasulullah SAW memperbanyak puasa sunah. Bahkan beliau hampir berpuasa satu bulan penuh, kecuali satu atau dua hari di akhir bulan saja agar tidak mendahului Ramadhan dengan satu atau dua hari puasa sunah.
Sebagaimana diriwayatkan oleh Aisyah ra. Ia berkata: Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW melakukan puasa satu bulan penuh kecuali puasa bulan Ramadhan dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa sunah melebihi (puasa sunah) di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 1969 dan Muslim no. 1156)
Tidak ada tuntunan langsung dari Rasulullah Shollallahu alaihi wasallam tentang doa yang khusus dibaca pada malam Nisfu Sya’ban. Begitu pula tidak ada petunjuk tentang jumlah bilangan sholat pada malam itu. Siapa yang membaca Al Quran, berdoa, bersedekah dan beribadah yang lain sesuai dengan kemampuannya, maka dia termasuk orang yang telah menghidupkan malam Nisfu Sya’ban dan ia akan mendapatkan pahala sebagai balasannya.

KISAH PEMUDA HINA YANG DICINTAI MALAIKAT

Diangkat dari sebuah kisah nyata yang terjadi di zaman Rasulullah SAW. Rasullullah SAW pernah berpesan kepada para sahabatnya bahwa, “mintalah nasihat kehidupan dari salah seorang pemuda di negeri sebrang yang bernama Uwais Al Qarni, kalian akan menuinya kelak. Lihatlah tanda dikedua tangannya ada bekas penyakit kusta” Sontak para sahabat pun terkejut dan heran, bagaimana bisa Rasulullah mengatakan hal tersebut padahal beliau belum pernah bertemu dengan pemuda itu begitupun sebaliknya.
Tak lama setelah Rasul berpesan, para sahabatpun lalu bergegas ke negeri sebrang, mencari ciri-ciri pemuda yang Rasul maksud.  Dan akhirnya merekapun berhasil menemui Uwais Al Qarni, pemuda yang Rasul bicarakan.
Apakah benar engkau adalah Uwais Al Qarni?” pemuda itu menjawab, “iya benar” sahabat bertanya lagi “Apakah benar dikedua tanganmu ada penyakit kusta?” ia menjawab “Iya benar”. “Jika benar engkau orangnya, kami diutus oleh Baginda Besar Rasulullah SAW untuk menemuimu dan meminta ilmu serta nasihat kehidupan. Mohon berikan kami nasihat dan ilmu itu wahai pemuda”, seru para sahabat.
Pemuda itupun terkejut dan heran sembari menahan air matanya. Iapun menceritakan keadaan dirinya yang tak bisa


menemui Rasulullah. “Aku ini hanyalah orang miskin, tak punya apa apa dan aku hanya punya ibu yang kini telah pergi meninggalkanku. Memang aku ingin sekali bertemu langsung dengan Baginda Rasul, tapi mimpiku itu tak pernah bisa terwujud karena aku harus mengurusi ibuku setiap hari. Walau begitu, aku tetap selalu setia mencoba untuk mengikuti apapun perintah dan ajaranNya tentang Islam yang kudengar secara tidak langsung dari orang-orang. Karena tak seorang pun mau mengajari pemuda miskin dan berpenyakit seperti aku ini”. Begitulah yang ia ungkapkan pada para sahabat.
Tak lama berselang, pemuda itu pun meninggal dunia karena penyakit yang dideritanya. Warga pun terheran-heran ketika mereka mendatangi rumah Uwais Al Qarni, mereka menjumpai ribuan orang yang tak satupun mereka kenal, datang mengurusi jenazah uwais, menguburkan lalu mendoakan jenazah Uwais. “Mungkin para malaikat Allah telah turun ke bumi menjelma menjadi manusia dan mengurusi jenazah Uwais Al Qarni.”
Wallahu’alam


KEISTIMEWAAN BULAN SYA'BAN

1. Pemindahan Qiblat
Pada bulan Sya’ban, Allah berkenan untuk merubah arah kiblat umat Islam dari Masjidil Aqsho (Palestina) ke arah Masjidil Haram (Arab Saudi). Nabi Muhammad Shollallahu alaihi wasallam menanti-nanti datangnya peristiwa ini dengan harapan yang sangat tinggi. Setiap hari Beliau tidak lupa menengadahkan wajahnya ke langit, menanti datangnya wahyu dari Rabbnya. Sampai akhirnya Allah Subhanahu Wata’ala mengabulkan penantiannya. Wahyu Allah Subhanahu wa ta’ala turun. “Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya.” (QS. Al Baqarah; 144)
2. Diangkatnya Amal Manusia
Pada bulan Sya’ban, segala amal manusia dalam jangka waktu satu tahun dilaporkan kehadirat Allah SWT. Sebagaimana hadits yang disampaikan sahabat Usamah bib Zaid ra. ; “Saya pernah berkata: Ya Rasulullah! Saya tidak melihat  Anda berpuasa penuh pada bulan lain, seperti puasa Anda di
bulan Sya’ban ini? Beliau menjawab: Pada bulan ini adalah sebuah bulan yang banyak dilalaikan oleh umat manusia, dan dia berada diantara Rajab dan Ramadhan yang pada bulan tersebut seluruh amal manusia dilaporkan ke hadirat Allah, maka aku senang tatkala amal ibadahku dilaporkan sedang aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. An-Nasa’i)
3.  Turun Ayat Sholawat Nabi
Salah satu keutamaan bulan Sya’ban adalah diturunkannya ayat tentang anjuran membaca sholawat kepada Nabi Muhammad Shollallu alaihi wasallam pada bulan ini, yaitu ayat: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al Ahzab;56)
4. Bulan Membaca Al-Qur'an.
Diriwayarkan dari Anas ra, berkata,
"Adalah orang-orang muslim apabila masuk bulan Sya'ban, mereka membuka mushaf-mushaf Al Qur'an dan membacanya, mengeluarkan zakat dari harta mereka untuk memberi kekuatan kepada orang-orang yang lemah dan orang-orang miskin untuk melakukan puasa Ramadan."


SALAM RSUA EDISI 33

APA ITU  BULAN SYA’BAN?
              Sya’ban adalah salah satu bulan yang mulia (diantara dua bulan mulia, Rajab-Ramadahan) dan pintu menuju bulan Ramadhan. Siapa yang berupaya membiasakan diri bersungguh-sungguh dalam beribadah di bulan ini, ia akan akan menuai kesuksesan di bulan Ramadhan
Dinamakan Sya’ban, karena pada bulan itu terpancar bercabang-cabang kebaikan yang banyak (yatasya’abu minhu khairun katsir). Menurut pendapat lain, Sya’ban berasal dari kata Syi’b, yaitu jalan di sebuah gunung atau jalan kebaikan.
Sebagaimana diriwayatkan oleh An Nasa’i yang dibenarkan oleh Syaikh Al Albani “Bulan sya’ban adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan”.

Senin, 20 April 2015

DAMPAK KETIKA HATI DILIPUTI RASA IKHLAS



1.       Senantiasa beramal dan bersungguh– sungguh dalam beramal, baik dalam keadaan sendiri atau bersama orang banyak, baik ada pujian atau pun celaan.
2.       Terjaga dari segala yang diharamkan Allah, baik dalam keadaan bersama manusia atau jauh dari mereka. Disebutkan dalam sebuah hadits, “ Aku beritahukan bahwa ada suatu kaum dari umatku ynag datang di hari kiamat dengan kebaikan seperti gunung tihaman yang putih, tetapi Allah menjadikannya seperti debu– debu yang berterbangan. Mereka adalah saudara– saudara kaum kamu dan kulitnya sama dengan kami, melakukan ibadah malam seperti kamu. Tetapi mereka adalah kaum yang jika sendiri melanggar yang diharamkan Allah” (HR Ibnu Majah)

TIGA TANDA IKHLAS



1.       Tetap merasa sama antara pujian dan celaan orang lain.
2.       Melupakan amalan kebajikan yang dulu pernah diperbuat.
3.       Mengharap balasan dari amalan di akhirat (dan bukan di dunia).

LELAKI DENGAN SANDAL JEPIT ITU...



Suatu hari, para sahabat Nabi Muhammad SAW sedang duduk di serambi masjid. Tiba-tiba, Nabi Muhammad SAW berkata, “Sebentar lagi akan ada seorang ahli surga yang mengenakan sandal jepit lewat di depan kita.”
Semua sahabat kaget dan tertegun. Siapakah orang yang dimaksud nabi? Tiba-tiba muncullah seorang laki-laki berjalan di depan mereka dengan mengenakan sandal jepit yang nyaris tak dapat digunakan. Lalu, para sahabat pun berpikir, “Tak mungkin orang ini yang dimaksud Rasulullah SAW tadi.” Lalu, mereka pun menunggu kedatangan orang yang dimaksud Nabi Muhammad SAW. Siapakah gerangan lelaki yang dimaksud Nabi Muhammad itu SAW?
Sekali lagi, tetap laki-laki itulah yang melintas di depan mereka tadi.
Maka, mereka pun baru yakin bahwa lelaki itu pastilah yang dimaksud Rasululllah SAW.
Siapakah lelaki ini? Apa saja keistimewaannya sehingga Rasulullah SAW menyebutnya sebagai ahli surga? Dan para sahabat itu berusaha mencari tahu dimana ia tinggal.
Assalaamu’alaikum” ucap sahabat di depan pintu.
Lelaki pemilik rumah itu langsung menjawab salam para sahabat dan menemuinya dengan ramah. Lalu, para sahabat pun bercerita tentang ucapan Nabi Muhammad SAW tadi. Agar dapat mengetahui kebiasaan-kebiasaan harian yang dilakukan lelaki itu, mereka - para sahabat itu - ingin tinggal selama tiga hari di rumah lelaki itu. Dan lelaki pemilik rumah itu mengizinkannya.
Hari pertama para sahabat tinggal di rumah lelaki itu, tak ada satu pun kebiasaan istimewa yang dilakukan lelaki itu. Shalat, mengaji, dzikir, sedekah, dan semua kebiasaan harian dilakukan biasa-biasa saja. Semua yang dilihat dan diperhatikan hari pertama terjadi lagi pada hari kedua dan ketiga. Lalu, mengapa Rasulullah SAW mengatakan bahwa lelaki itu menjadi ahli surga? Apa yang menjadikannya sehingga menjadi lelaki yang begitu istimewa hingga seorang Muhammad SAW berani menjamin surga baginya?
Karena sudah tiga hari tinggal bersama dengan lelaki itu, para sahabat pun berusaha bertanya. Para sahabat pun berkata kepada lelaki itu, “Wahai Fulan, selama tiga hari kami sudah tinggal bersama Anda. Namun, kami tidak menemukan satu pun keistimewaan pada diri Anda. Lalu, mengapa sehingga Rasulullah SAW menyebutmu sebagai ahli surga?”
Mendengar pertanyaan para sahabat, lelaki itu pun menjawab bahwa dirinya dijamin menjadi ahli surga karena ikhlas menerima keadaan dan tidak memiliki sifat iri, apalagi dengki, sama sekali. “Meskipun kehidupan keluarga kami seperti ini, kami menerima keadaan ini sebagai anugerah kami. Meskipun tetangga kami berkehidupan lebih baik daripada kami, itu sudah menjadi rezekinya. Dan kami menjauhi sifat iri kepadanya, apalagi dengki!”