1.
Berpuasa enam hari di bulan Syawal setelah
Ramadhan akan menyempurnakan ganjaran berpuasa setahun penuh.
2.
Puasa Syawal dan puasa Sya’ban seperti halnya
shalat rawatib qobliyah dan ba’diyah. Amalan sunnah seperti ini akan
menyempurnakan kekurangan dan cacat yang ada dalam amalan wajib. Setiap orang
pasti memiliki kekurangan dalam amalan wajib. Amalan sunnah inilah yang nanti
akan menyempurnakannya.
3.
Membiasakan berpuasa setelah puasa Ramadhan
adalah tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan. Karena Allah Ta’ala jika
menerima amalan hamba, maka Dia akan memberi taufik pada amalan sholih
selanjutnya, maka itu adalah tanda diterimanya amalan yang pertama. Begitu pula
orang yang melaksanakan kebaikan lalu dilanjutkan dengan melakukan kejelekan,
maka ini adalah tanda tertolaknya atau tidak diterimanya amalan kebaikan yang
telah dilakukan.”
4.
Karena Allah telah memberi taufik dan
menolong kita untuk melaksanakan puasa Ramadhan serta berjanji mengampuni dosa
kita yang telah lalu, maka hendaklah kita mensyukuri hal ini dengan
melaksanakan puasa setelah Ramadhan. Sebagaimana para salaf dahulu, setelah
malam harinya melaksanakan shalat malam, di siang harinya mereka berpuasa
sebagai rasa syukur pada Allah atas taufik yang diberikan. (Disarikan
dari Latho’if Al Ma’arif, 244, Asy Syamilah)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar