Seorang Dr Ahli Bedah bernama Dr. Ishan
tergesa-gesa menuju airport untuk perjalanan menghadiri Seminar Dunia dalam
bidang kedokteran.
Setelah perjalanan
pesawat sekitar 1 jam, tiba-tiba diumumkan bahwa pesawat mengalami gangguan dan
harus mendarat di airport terdekat.
Pegawai airport
menyarankan kepada beliau untuk menyewa mobil. Baru berjalan 5 menit, tiba-tiba
cuaca mendung, disusul dengan hujan besar disertai petir yang mengakibatkan
jarak pandang sangat pendek.
Setelah berlalu hampir 2
jam, mereka tersadar mereka tersesat dan terasa kelelahan. Terlihat sebuah
rumah kecil tidak jauh dari hadapannya, dihampirilah rumah tersebut dan
mengetuk pintunya. Terdengar suara seorang wanita tua. Dia masuk dan meminta
kepada ibu tersebut untuk istirahat duduk.
Sementara ibu itu sholat
dan berdoa serta perlahan-lahan mendekati seorang anak kecil yang terbaring tak
bergerak diatas kasur disisi ibu tersebut, dan dia terlihat gelisah diantara
tiap sholat. Ibu tersebut melanjutkan sholatnya dengan do’a yang panjang.
Dokter mendatanginya dan
berkata: Demi Allah, semoga Allah menjawab do’a-do’a anda.
Berkata ibu itu: “nak,
anda adalah ibnu sabil yang sudah diwasiatkan Allah untuk dibantu. Sedangkan
do’a-do’a saya sudah dijawab Allah semuanya, kecuali satu.”
Bertanya Dr. Ishan: Apa
itu do’anya?
Ibu itu berkata: “Anak
ini adalah cucu saya, dia yatim piatu. Dia menderita sakit yang tidak bisa
disembuhkan oleh dokter-dokter yang ada disini. Mereka berkata bahwa ada
seorang dokter ahli bedah yang mampu menyembuhkannya; namanya Dr. Ishan, akan
tetapi dia tinggal jauh dari sini, yang tidak memungkinkan saya membawa anak
ini ke sana. Saya berdo’a kepada Allah agar memudahkannya.”
Menangislah Dr. Ishan
dan berkata sambil terisak: Allahu Akbar, Laa haula wala quwwata illa billah.
Demi Allah, sungguh do’a ibu telah mengantarkan saya ke tempat ini. Saya adalah
Dr. Ishan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar