Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. Bahwa setelah dekat
wafat Nabi Muhammad SAW, Beliau memerintahkan Bilal untuk menyerukan shalat
kepada manusia. Kemudian Beliau
bersabda: “Wahai sekalian muslimin, sesungguhnya aku adalah seorang Nabi kepada
kamu, pemberi nasihat dan berda’wah kepada Allah SWT dengan seijinNya. Dan aku
berlaku kepadamu sebagai seorang saudara yang
menyayangi dan sekaligus sebagai ayah yang belas kasih. Barang siapa diantara kamu yang
mempunyai suatu penganiayaan pada diriku, maka hendaklah dia berdiri dan membalas
kepadaku
sebelum datang balas membalas di hari kiamat.”
Tidak ada seorangpun yang berdiri menghadapnya, sehingga
Beliau bersabda demikian kedua kali dan ketiga kalinya. Barulah berdiri seorang
laki-laki bernama Akasyah bin Muhshin.
Berdirilah dia di depan Nabi Muhammad SAW dan berkata:
“Demi Ayah dan Ibuku sebagai tebusanmu Ya Rasulullah, seandainya engkau tidak
mengumumkan kepada kami berkali-kali, tentu aku tidak akan mengajukan sesuatu
mengenai itu. Sungguh aku pernah bersamamu di Perang Badar. Saat itu untaku
mendahului untamu. Maka turunlan aku dari unta dan mendekatimu agar aku dapat
mencium pahamu. Tetapi engkau lalu mengangkat tongkat yang biasa engkau
pergunakan untuk memukul unta agar cepat jalannya dan engkau
pukul lambungku.
Aku tidak tahu apakah itu atas kesengajaan dirimu atau engkau maksudkan untuk
memukul untamu ya Rasulullah?”.
Kemudian
Nabi Muhammad SAW bersabda: “Hai Akasyah, pukullah kalau engkau mau memukul.”
Akasyah berkata: “Ya
Rasulullah, engkau memukulku dahulu dalam keadaan aku tidak terhalang
pakaianku.”
Lalu Rasulullah menyingkapkan pakaiaannya, dan
berteriaklah orang-orang Islam yang hadir seraya menangis.
Ketika melihat putihnya jasad Rasulullah, Akasyah
menubruknya dan mencium punggungnya.
Berkatalah dia: “Nyawaku sebagai tebusanmu ya Rasulullah, siapakah yang akan sampai hati untuk membalasmu ya Rasulullah. Aku melakukannya hanya mengharapkan agar tubuhku dapat menyentuh jasadmu yang mulia, dan Allah akan memelihara aku berkat kehormatanmu dari neraka.”
Berkatalah dia: “Nyawaku sebagai tebusanmu ya Rasulullah, siapakah yang akan sampai hati untuk membalasmu ya Rasulullah. Aku melakukannya hanya mengharapkan agar tubuhku dapat menyentuh jasadmu yang mulia, dan Allah akan memelihara aku berkat kehormatanmu dari neraka.”
Bersabdalah Nabi Muhammad
SAW: “Ingat, barang siapa yang ingin melihat penghuni surga maka
hendaklah dia melihat orang ini.”
Bersabdalah Nabi Muhammad SAW: “Ingat, barang
siapa yang ingin melihat penghuni surga maka hendaklah dia melihat orang ini.”
Semua orang Islam yang
hadir berdiri, dan mencium antara kedua mata Akasyah seraya berkata: “Beruntung
sekali engkau, engkau berhasil mendapatkan derajat yang tinggi dan berkawan
dengan Nabi Muhammad SAW di surga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar