Seorang salaf pernah menjual budak wanitanya kepada seseorang.. Ketika Ramaghan tiba, maka
tuan barunya itu mempersiapkan sesuatunya berupa makanan dan minuman untuk
persiapan selama Ramadhan. Budak wanita itu kemudian heran dengan apa yang
diperbuat tuannya karena yang demikian itu tidak pernah ia dapatkan ketika
masih mengabdi kepada tuannya yang lama. “Maaf tuan, kelihatannya anda sibuk
sekali, sepertinya akan masa paceklik yang panjang?” tanyanya. “Kami sedang
mempersiapkan menyambut Ramadhan” jawab tuannya. Budak itu berkata, “Memangnya
kalian tidak berpuasa selain bulan ini? Demi Allah, aku dulu hidup bersama
orang yang sepanjang masanya adalah Ramadhan, kembalikan saya kepada tuanku
itu.”
Demikian
salafushshalih menjadikan seluruh bulannya untuk taat kepada Allah dengan
menjaga batasanNya sebagaimana mereka ketika berada di Bulan Ramadhan.
Dikarenakan ilmu yang sampai pada hati dan lisan mereka. Merekalah
manusia-manusia Ramadhan.
Wallahua’lam
bishshowab. Semoga bisa menjadi teladan. Bukan berarti “menyembah” Ramadhan,
melainkan menyembah Allah Subhanahu Wa ta’ala.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar