Kamis, 19 Juni 2014

PERSIAPAN MENJELANG BULAN RAMADHAN

1. Persiapan Fisik
Untuk memasuki Ramadhan kita memerlukan fisik yang lebih prima dari biasanya. Sebab, jika fisik lemah, bisa-bisa kemuliaan yang dilimpahkan Allah pada bulan Ramadhan tidak dapat kita raih secara optimal. Maka, sejak bulan sya’ban ini mari persiapkan fisik seperti olah raga teratur, membersihkan rumah, makan-makanan yang sehat dan bergizi. Rosululloh SAW berpuasa pada bulan syaban, sebagai latihan sebelum datangnya bulan Ramadhan. Dalam riwayat lain dikatakan bahwa: ”Beliau melakukan puasa sunnah bulan Sya’ban sebulan penuh, beliau sambung bulan itu dengan Ramadhan”. (Hadits shahih diriwayat kan oleh para ulama’ hadits, lihat Riyadhush-Shalihin, Fathul Bari, Sunan At-Tirmidzi ).
2. Persiapan Materi
Bulan Ramadhan merupakan bulan muwaasah (bulan santunan). Sangat dianj ur kan memberi santunan kepada or ang lain, betapapun kecilnya. Pahala yang sangat besar akan didapat oleh orang yang tidak punya, manakala ia memberi kepada orang lain yang berpuasa, sekalipun Cuma sebuah kurma, seteguk air atau sesendok mentega.
Hal ini sebagaimana dicerit akan oleh I bnu Abbas RadhiyaLlahu ‘anhu: ”Sungguh, Rasulullah saw saat bert emu dengan malaikat Jibril, lebih derma dari pada angin yang dilepaskan”. (HR Muttafaqun ‘alaih). Sant unan dan sikap ini sudah tentu tidak dapat dilakukan dengan baik kecuali manakala jauh sebelum Ramadhan  telah ada persiapan-persiapan materi yang memadai.
3. Persiapan Fikriyah
Persiapan fikriyah atau akal dilakukan dengan membekali diri dengan ketentuan, aturan, dan hukum puasa, adab, dan etika serta amalannya. Di samping itu senantiasa berusaha membersihkan hati dari sifat tercela dan sifat hina agar ibadah yang dilaksanakan diterima oleh Allah. Banyak orang yang berpuasa tidak menghasilan kecuali lapar dan dahaga. Hal ini dilakukan karena puasanya tidak dilandasi dengan ilmu yang cukup. Seorang yang beramal tanpa ilmu, maka tidak menghasilkan kecuali kesia-siaan belaka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar