Untuk memasuki Ramadhan kita memerlukan
fisik yang lebih prima dari biasanya. Sebab, jika fisik lemah, bisa-bisa
kemuliaan yang dilimpahkan Allah pada bulan Ramadhan tidak dapat kita raih
secara optimal. Maka, sejak bulan sya’ban ini mari persiapkan fisik seperti
olah raga teratur, membersihkan rumah, makan-makanan yang sehat dan bergizi. Rosululloh
SAW berpuasa pada bulan syaban, sebagai latihan sebelum datangnya bulan
Ramadhan. Dalam riwayat lain dikatakan bahwa: ”Beliau melakukan puasa sunnah
bulan Sya’ban sebulan penuh, beliau sambung bulan itu dengan Ramadhan”. (Hadits
shahih diriwayat kan oleh para ulama’ hadits, lihat Riyadhush-Shalihin, Fathul
Bari, Sunan At-Tirmidzi ).
2.
Persiapan Materi
Bulan
Ramadhan merupakan bulan muwaasah (bulan santunan). Sangat dianj ur kan memberi
santunan kepada or ang lain, betapapun kecilnya. Pahala yang sangat besar akan
didapat oleh orang yang tidak punya, manakala ia memberi kepada orang lain yang
berpuasa, sekalipun Cuma sebuah kurma, seteguk air atau sesendok mentega.
Hal ini
sebagaimana dicerit akan oleh I bnu Abbas RadhiyaLlahu ‘anhu: ”Sungguh,
Rasulullah saw saat bert emu dengan malaikat Jibril, lebih derma dari pada
angin yang dilepaskan”. (HR Muttafaqun ‘alaih). Sant unan dan sikap ini sudah
tentu tidak dapat dilakukan dengan baik kecuali manakala jauh sebelum Ramadhan telah ada persiapan-persiapan materi yang
memadai.
3. Persiapan
Fikriyah
Persiapan
fikriyah atau akal dilakukan dengan membekali diri dengan ketentuan, aturan,
dan hukum puasa, adab, dan etika serta amalannya. Di samping itu senantiasa
berusaha membersihkan hati dari sifat tercela dan sifat hina agar ibadah yang
dilaksanakan diterima oleh Allah. Banyak orang yang berpuasa tidak menghasilan
kecuali lapar dan dahaga. Hal ini dilakukan karena puasanya tidak dilandasi
dengan ilmu yang cukup. Seorang yang beramal tanpa ilmu, maka tidak
menghasilkan kecuali kesia-siaan belaka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar