Kamis, 09 Oktober 2014

10 KARAKTER MUSLIM




1. Salimul Aqidah
(Aqidah yang Bersih)
Dengan aqidah yang bersih, seorang muslim akan memiliki ikatan yang kuat kepada Allah SWT sehingga tidak akan menyimpang dari jalan dan ketentuan-ketentuanNya serta menyerahkan segala perbuatannya kepada Allah SWT.
“ Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku, semua bagi Allah Tuhan semesta alam” (QS. 6:162)
Beberapa contoh dari penerapan Salimul Aqidah, yaitu:
· Mengesakan Allah swt dalam Rububiah dan Uluhiah;
· Tidak mengedepankan makhluq atas Khaliq;
· Berteman dengan orang-orang shalih dan meneladaninya;
· Merasakan adanya para malaikat mulia yang mencatat amalnya;
2. Shahihul Ibadah
(Ibadah yang Benar)
Ibadah yang benar merupakan ibadah yang dilakukan sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW, tidak lebih dan tidak kurang. Sebagaimana sabda Rasulullah saw:
 “Shalatlah kamu sebagimana kamu melihat aku shalat”
Beberapa aplikasi dalam kehidupan :
· Khusyu’ dalam shalat & saat membaca Al Qur’an;
· Bersedekah;
· Banyak dzikir kepada Allah swt sembari menghafalkan bacaan ringan;
· Selalu memperbaharui niat dan meluruskannya;
· Senantiasa bertafakkur;
3. Matinul Khuluq (Akhlaq Mulia)
Matinul Khuluq, akhlak yang kokoh/mulia. Berlaku bagi setiap muslim baik dalam hubungannya dengan Allah maupun dengan sesama manusia. Oleh karena itu, Rasulullah saw diutus oleh Allah untuk memperbaiki akhlak dan beliau sendiri telah mencontohkannya kepada semua umatnya.
Aplikasi yang dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:
· Tidak ‘inad (membangkang);
· Sedikit bercanda;
· Tidak berbisik tentang sesuatu yang bathil;
· Tidak hiqd (menyimpan kemarahan);
· Tidak hasad;
· Memiliki rasa malu untuk berbuat kesalahan;
· Berani;
· Menjenguk orang sakit;
· Menyambung persaudaraan (Shilatur-Rahim);
· Memuliakan tamu;
· Menjawab salam
4. Qowiyyul Jismi
(Kekuatan Fisik)
Kekuatan jasmani berarti seorang muslim memiliki daya tahan tubuh sehingga dapat melaksanakan ajaran Islam secara optimal dengan fisiknya yang kuat . Rasulullah Saw bersabda yang artinya: “Mu’min yang kuat lebih aku cintai daripada mu’min yang lemah” (HR. Muslim)
Aplikasi yang dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:
· Mengatur waktu-waktu makan;
·    Tidak berlebihan dalam mengkonsumsi yang berlemak, gula, dan bergaram;
·   Selektif dalam memilih produk makanan.
 5. Mutsaqqoful Fikri
(Berpikir Cerdas)
Didalam Islam tidak ada satupun perbuatan yang harus kita lakukan kecuali harus dimulai dengan aktivitas berpikir. Karenanya, seorang muslim harus memiliki wawasan keislaman dan keilmuan yang luas. “Katakanlah: samakah orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui, sesungguhnya orang-orang yang berakal-lah yang dapat menerima pelajaran” (QS. 39:9)
6. Mujahadatul Linafsihi
(Berjuang Melawan Hawa Nafsu)
Rasulullah saw bersabda yang artinya: “Tidak beragmana seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran Islam)” (HR. Hakim)
Aplikasi yang dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:
· Selalu menyertakan niat jihad;
· Menjadikan dirinya bersama orang-orang baik;
· Memakan apa yang disuguhkan dengan penuh keridhaan;
· Menyesuaikan perbuatan dengan ucapannya;
7. Harishun ‘ala Waqtihi
(Pandai Menjaga Waktu)
Setiap muslim sangat dituntut untuk mengatur waktunya dengan baik, sehingga waktu dapat berlalu dengan penggunaan yang efektif, tak ada yang sia-sia. Maka diantara yang disinggung oleh Nabi saw adalah memanfaatkan momentum lima perkara  sebelum dating lima perkara, yakni waktu hidup sebelum mati, sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, senggang sebelum sibuk dan kaya sebelum miskin.
8. Munazhzhamun fi Syu’unihi (Teratur dalam suatu Urusan)
Teratur dalam suatu urusan. Dengan kata lain, suatu urusan baik yang terkait dengan masalah ubudiyah maupun muamalah harus diselesaikan dan dilaksanakan dengan baik dan professional. Bersungguh-sungguh, bersemangat dan berkorban, adanya kontinyuitas dan berbasis ilmu pengetahuan.
9. Qodirun ‘alal Kasbi (Mandiri)
Dalam mencapai kemandirian, seorang muslim sangat dituntut memiliki keahlian apa saja yang baik, agar dengan keahliannya itu menjadi sebab baginya mendapat rizki dari Allah swt, karena rizki yang telah Allah sediakan harus diambil dan mengambilnya memerlukan skill atau keterampilan.
10. Naafi’un Lighairihi
(Bermanfaat bagi Orang Lain)
Rasulullah saw bersabda yang artinya : “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain” (HR. Qudhy dari Jabir). Dari hadits tersebut maka jelaslah bahwa setiap muslim hendaknya senantiasa berusaha untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sekitarnya dimanapun ia berada. Dengan begitu, seorang muslim mampu mengambil peran yang baik dalam lingkungannya serta keberadaannya mampu menggenapkan dan ketidakberadaannya tidak mengganjilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar