Seorang mahasiswa di sebuah perguruan tinggi di Mesir,
ketika waktu shalat tiba, mahasiswa ini mencari-cari tempat shalat. Setelah
susah payah, ia tidak mendapatkan apa yang dicari. Akhirnya ia bertanya kepada
mahasiswa-mahasiswa lain. “ Disini tidak ada mushalla, yang ada hanya ruangan
kecil di bawah lorong sana” jawab salah satu mahasiswa.
Si mahasiswa ini
pun akhirnya berangkat menuju lorong yang dimaksud. Sambil menggeleng-geleng,
ia bergumam “ mereka yang ada disini shalat atau tidak ya? Tanpa mempedulikan pertanyaan dalam hatinya,
ia segera memasuki lorong tersebut. Disana ia mendapati seorang bapak sedang
shalat. Ia pun bertanya “ apakah bapak shalat dsini?” “Iya” Jawab bapak
tersebut. “ orang-orang disini tidak ada yang shalat dan tempat inilah
satu-satunya mushalla disini” tambah bapak tersebut.
Dengan penuh
yakin dan semangat yang tinggi, mahasiswa tersebut bergegas keluar dan mencari–
cari lapangan yang layak untuk dijadikan tempat shalat. Dan ia pun
mengumandangkan adzan dengan suara yang sangat keras dan kencang. “Hal yang
aneh” pikir mahaiswa lain. Bahkan ada yang mengolok “ Gila kamu ya….!”
Namun mahasiswa tersebut tetap bertahan dan tak bergeming. Ia
duduk sejenak kemudian bangkit untuk iqamat.
Alhasil tak
satupun yang ikut shalat bersamanya.
Begitu hal ini terjadi sampai berhari– hari. Tak ada hari tanpa dihiasi ledekan
dan cibiran atas apa yang dilakukannya.
Secara tidak
diduga, suatu hari, bapak yang pernah ia temui sebelumnya ikut shalat berjamaah
bersamanya.
Hari berikutnya,
jamaah shalat ini bertambah menjadi empat, termasuk ia dan bapak tersebut. Hal
istimewa adalah, ketika, salah satu dosen di kampus tersebut akhirnya ikut
shalat berjamaah.
Berita tentang
shalat berjamaah di tempat terbuka itu kini tersebar dan dekan memanggil
mahasiswa tersebut “ Wahai anakku, apa yang terjadi seharusnya tidak boleh
terjadi”. Setelah berdiskusi panjang dan melihat kegigihan mahasiswa tersebut,
pihak dekan akhirnya membangunkan mushalla baru. Yang nantinya menjadi masjid
pertama yang dibangun di sebuah kampus
Mesir.
Dialah Hasan Al Banna
Tidak ada komentar:
Posting Komentar