Rabu, 03 Desember 2014

MENDOBRAK DAYA HIJRAH


 Seorang mahasiswa di sebuah perguruan tinggi di Mesir, ketika waktu shalat tiba, mahasiswa ini mencari-cari tempat shalat. Setelah susah payah, ia tidak mendapatkan apa yang dicari. Akhirnya ia bertanya kepada mahasiswa-mahasiswa lain. “ Disini tidak ada mushalla, yang ada hanya ruangan kecil di bawah lorong sana” jawab salah satu mahasiswa.
            Si mahasiswa ini pun akhirnya berangkat menuju lorong yang dimaksud. Sambil menggeleng-geleng, ia bergumam “ mereka yang ada disini shalat atau tidak ya?  Tanpa mempedulikan pertanyaan dalam hatinya, ia segera memasuki lorong tersebut. Disana ia mendapati seorang bapak sedang shalat. Ia pun bertanya “ apakah bapak shalat dsini?” “Iya” Jawab bapak tersebut. “ orang-orang disini tidak ada yang shalat dan tempat inilah satu-satunya mushalla disini” tambah bapak tersebut.
            Dengan penuh yakin dan semangat yang tinggi, mahasiswa tersebut bergegas keluar dan mencari– cari lapangan yang layak untuk dijadikan tempat shalat. Dan ia pun mengumandangkan adzan dengan suara yang sangat keras dan kencang. “Hal yang aneh” pikir mahaiswa lain. Bahkan ada yang mengolok “ Gila kamu ya….!”
Namun mahasiswa tersebut tetap bertahan dan tak bergeming. Ia duduk sejenak kemudian bangkit untuk iqamat.
            Alhasil tak satupun  yang ikut shalat bersamanya. Begitu hal ini terjadi sampai berhari– hari. Tak ada hari tanpa dihiasi ledekan dan cibiran atas apa  yang dilakukannya.
            Secara tidak diduga, suatu hari, bapak yang pernah ia temui sebelumnya ikut shalat berjamaah bersamanya.
            Hari berikutnya, jamaah shalat ini bertambah menjadi empat, termasuk ia dan bapak tersebut. Hal istimewa adalah, ketika, salah satu dosen di kampus tersebut akhirnya ikut shalat berjamaah.
            Berita tentang shalat berjamaah di tempat terbuka itu kini tersebar dan dekan memanggil mahasiswa tersebut “ Wahai anakku, apa yang terjadi seharusnya tidak boleh terjadi”. Setelah berdiskusi panjang dan melihat kegigihan mahasiswa tersebut, pihak dekan akhirnya membangunkan mushalla baru. Yang nantinya menjadi masjid pertama yang dibangun di sebuah kampus  Mesir.
Dialah Hasan Al Banna

Tidak ada komentar:

Posting Komentar