Muhasabah berarti
introspeksi diri, Manusia yang beruntung adalah manusia yang tahu diri, dan
selalu mempersiapkan diri untuk kehidupan kelak yang abadi di yaumul akhir.
Dengan melakasanakan Muhasabah, seorang hamba akan selalu menggunakan waktu dan
jatah hidupnya dengan sebaik-baiknya, dengan penuh perhitungan baik.
Allah SWT memerintahkan hamba untuk selalu mengintrospeksi dirinya
dengan meningkatkan ketaqwaannya kepada Allah SWT. Dengan memahami makna
muhasabah, diharapkan setiap diri akan senantiasa memperbaiki kualitas
hidupnya. Kualitas hidup kita dalam bimbungan Islam yaitu Al-Qur'an dan
Sunnah-sunnah Rasulullah SAW akan semakin lebih baik dan akhlak kita makin
terpuji, dan akan membuat kita menjadi semakin ikhlas, semakin rendah hati dan
semakin taqarrub kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sebagai apa pun dan di masa
apa pun seorang Muslim wajib melakukan muhasabah.
Abu Bakar dan sahabat Nabi yang lainnya benar-benar serius menghisab
dirinya. Hal tersebut tidak lain karena hadits Nabi yang berbunyi; “Kedua
kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sehingga ditanya
tentang empat perkara: tentang umurnya, untuk apa dihabiskannya, tentang masa
mudanya, digunakan untuk apa, tentang hartanya, dari mana diperoleh dan kemana
dihabiskan, dan tentang ilmunya, apa yang dilakukan dengan ilmunya itu.”
(HR. Tirmidzi).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar