Sebagai hamba
Allâh Ta’ala, semua manusia dalam kehidupan di dunia ini tidak akan luput dari
berbagai macam cobaan, baik berupa kesusahan maupun kesenangan. Hal itu
merupakan sunnatullâh yang berlaku bagi setiap insan, yang beriman
maupun kafir.
Sebagian ulama mendefinisikan
musibah dengan makna: "segala apa yang dibenci yang terjadi pada
manusia" (kullu makruuhin yahullu bi al-insan) (Ibrahim Anis, al-Mu’jam
al-Wasith, h. 527). Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan
sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya), dan hanya kepada Kamilah kamu
dikembalikan (Qs al-Anbiyâ’/21:35)
Imam Ibnu Katsîr rahimahullâh
berkata:“(Makna ayat ini) yaitu: Kami menguji kamu (wahai manusia), terkadang
dengan bencana dan terkadang dengan kesenangan, agar Kami melihat siapa yang
bersyukur dan siapa yang ingkar, serta siapa yang bersabar dan siapa yang
berputus asa”
Didalam Al-Qur’an
juga dijelaskan bahwa ada tiga golongan manusia dalam menghadapi musibah
Pertama, orang
yang menganggap bahwa musibah adalah sebagai hukuman dan azab kepadanya,
sehingga, dia selalu merasa sempit dada dan selalu mengeluh.
Kedua, orang
yang menilai bahwa musibah adalah sebagai penghapus dosa, Ia tidak pernah
menyerahkan apa – apa yang menimpanya kecuali kepada Allah SWT.
Ketiga, orang
yang meyakini bahwa musibah adalah ladang peningkatan iman dan takwanya, Orang
yang seperti ini selalu tenang serta percaya bahwa dengan musibah itu Allah SWT
menghendaki kebaikan bagi dirinya
Musibah yang
ditimpakan kepada umat manusia ada dua macam.
Pertama, musibah
dunia
Musibah dunia
salah satunya ialah ketakutan, kelaparan, kematian, dan sebagainya sebagaimana
Allah SWT jelaskan dalam surat Al-Baqarah (2) ayat 155. “Dan pasti akan kami
uji kalian dengan sesuatu dari ketakutan, dan kelaparan, dan kekurangan harta
dan jiwa dan buah-buahan, dan berilah kabar gembira bagi orang-orang yang
sabar.
Kedua, musibah
akhirat
Musibah akhirat
adalah orang yang tidak punya amal saleh dalam hidupnya, sehingga jauh dari
pahala. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Orang yang terkena musibah, bukanlah
seperti yang kalian ketahui, tetapi orang yang terkena musibah yaitu yang tidak
memperoleh kebajikan (pahala) dalam hidupnya.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar