Minggu, 16 Maret 2014

SIKAP SEORANG MUSLIM DALAM MENGHADAPI MUSIBAH



Seorang Mukmin dengan ketakwaannya kepada Allâh Ta’ala, memiliki kebahagiaan yang hakiki dalam hatinya, sehingga masalah apapun yang dihadapinya di dunia ini tidak akan membuatnya mengeluh atau stres, apalagi berputus asa. Hal ini disebabkan keimanannya yang kuat kepada Allâh Ta’ala membuat dia yakin bahwa apapun ketetapan yang Allâh Ta’ala berlakukan untuk dirinya maka itulah yang terbaik baginya.
            Dengan keyakinannya ini pula Allâh Ta’ala akan memberikan balasan kebaikan baginya berupa ketenangan dan ketabahan dalam jiwanya. Inilah yang dinyatakan oleh Allâh Ta’ala dalam firman-Nya:
Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa (seseorang) kecuali denga izin Allâh; barang siapa yang beriman kepada Allâh, niscaya Dia akan memberi petunjuk ke (dalam) hatinya. Dan Allâh Maha Mengetahui segala sesuatu (Qs at-Taghâbun/64:11)
            Imam Ibnu Katsîr rahimahullâh berkata:“Maknanya: seseorang yang ditimpa musibah dan dia meyakini bahwa musibah tersebut merupakan ketentuan dan takdir Allâh Ta’ala, kemudian dia bersabar dan mengharapkan (balasan pahala dari Allâh Ta’ala), disertai (perasaan) tunduk berserah diri kepada ketentuan Allâh Ta’ala tersebut, maka Allâh Ta’ala akan memberikan petunjuk ke (dalam) hatinya dan menggantikan musibah dunia yang menimpanya dengan petunjuk dan keyakinan yang benar dalam hatinya, bahkan bisa jadi Allâh Ta’ala akan menggantikan apa yang hilang darinya dengan sesuatu yang lebih baik baginya.”
                        Ketahuilah, Allah tidak sesekali menimpakan ujian kecuali sesuai kemampuan hambaNya. “Allah tidak membebani seseorang kecuali dengan apa yang dia mampu.” (Al-Baqarah: 286). Allah juga berfirman, “Tiada satu musibah yang menimpa di bumi dan dirimu melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuz) sebelum Kami menciptakannya. Sungguh demikian itu mudah bagi Allah, supaya kamu jangan berdukacita terhadap apa yang hilang darimu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikanNya kepadamu. (Al-Hadid: 22-23)
            Nabi SAW bersabda dalam hadis qudsi: “Allah SWT berfirman, “Wahai anak Adam, jika engkau bersabar dan mengharap pahala sejak awal tertimpa musibah maka Aku tidak rela memberi pahala untukmu selain Syurga.” (Hasan. Riwayat Ibnu Majah)
Jika dibanding ujian yang kita hadapi, tidaklah ia lebih berat dari apa yang menimpa umat Islam terdahulu, yang digergaji kepalanya hingga terbelah dua, disikat badannya dengan sikat besi sehingga nampak tulangnya, Hendaklah kita bersyukur selama mana ujian itu tidak menimpa agama dan tidak membuat kita berburuk sangka kepada ALLAH. Sabda Rasulullah, “Janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan berbaik sangka kepada Allah.” (Riwayat Muslim)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar