1. Isra’
Mi’raj adalah perjalanan yang nyata, bukan perjalanan ruhani/mimpi atau
khayalan.
2. Isra’
Mi’raj adalah jamuan kemuliaan dari Allah, penghibur hati, dan pengganti dari
apa yang dialami Rasulullah SAW ketika berada di Thaif yang mendapatkan
penghinaan, penolakan dan pengusiran.
3. Isra’
bukanlah peristiwa yang sederhana. Tetapi peristiwa yang menampakkan
ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan) Allah yang paling besar.
4. Peristiwa
Isra’ Mi’raj membuktikan bahwa risalah yang dibawa oleh Rasulullah adalah
bersifat universal.
5. 5. Dalam
Isra’ Mi’raj diturunkannya per intah
shalat wajib 5 kali dalam sehari. Disinilah puncak dari seluruh
perjalanan Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam. Nabi Muhammad
saw bersabda dalam hadits-nya
: “Sesungguhnya di dalam shalat (terdapat)
obat (penyembuh
jiwa).” (HR. Ahmad dari
Abi Hurairah).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar