Jumat, 23 Mei 2014

SALAM RSUA EDISI 14

Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh…
                Alhamdulillahirabbil ‘alamim, Allah subhanahuwata’ala masih memberikan kita kesempatan untuk kembali berbagi. Rabb semesta alam yang Maha Menguasai , Maha Tinggi, dan Maha Besar. Shalawat serta salam kepada junjungan Nabiullah Muhammad Shallallahu ‘alayhi wasaalam.              
                Isra’ mi’raj, satu peristiwa yang luar biasa. Allah abadikan dalam Al-Quran, di awal surat Al-Isra dan surat An-Najm. Terutama pada surat An-Najm, Allah menceritakan kejadian ini dengan lebih rinci.
“Apakah kamu (musyrik Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang telah dilihatnya? Sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha di dekatnya ada syurga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya Dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar. (QS. An-Najm: 12 – 18)”
                Isra' adalah sebuah kejadian dimana Allah memperjalankan hamba-Nya, yaitu Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di malam hari dari Al-Masjidil Haram yang berada di Makkah, menuju Al-Masjidil Aqsha di Palestina. Sedangkan Mi'raj itu, Allah yang maha kuasa memperjalankan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam (naik) dari Al-­Masjidil Aqsha menuju Sidratal-Muntaha, yaitu tempat paling tinggi, yang di atasnya tidak ada sesuatu lagi, dan di dekatnya jannatul Ma'waa, taman tempat tinggal, surga yang paling indah. Disanalah Nabi berdialog dengan Allah Subhanahu wa ta’ala yang akhirnya mendapatkan perintah shalat lima waktu untuk seluruh umatnya.
                Sebagaimana karunia yang didapat oleh Nabi tersebut, kita sebagai umat yang beriman, dapat merasakan situasi berdialog dengan Allah melalui ibadah shalat kita. Dikatakan shalat sebagai mi'rajul mu'minin (Hadist Riwayat Bukhari) yakni Mi'raj orang yang beriman. Shalat, dilukiskan sebagai mi'raj seorang mukmin.
Sebagai orang yang senantiasa melaksanakan ibadah shalat, sudahkah kita Mi'raj?
Wallahu a’lam bishshowab
Wassalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar