1.
Disunnahkan Qiyamul Lail
Dari
Abu Umamah ra, Rasulullah bersabda, ‘Barangsiapa yang melaksanakan qiyamullail
pada dua malam Ied dengan ikhlas karena Allah, maka hatinya tidak akan pernah
mati di hari matinya hati-hati manusia’ (HR Ibnu Majah)
2.
Mandi Pagi, menggunakan minyak wangi,
dan berpakaian rapi
Dari
Fakih bin Sa’d bahwasanya Rasulullah senantiasa mandi pada hari jum’at, hari
arafah, dari Iedul Fitri dan hari Iedul Adha. Dan Fakih (perawi hadits ini)
senantiasa memerintahkan keluarganya untuk mandi pada hari-hari tersebut. (HR
Ahmad)
3.
Mendatangi tempat-tempat
dilaksanakannya shalat ied
Dari
Ibnu Abbas ra, bahwasanya Rasulullah memerintahkan anak-anak wanitanya dan
istri-istrinya untuk keluar (mendatangi tempat shalat Ied) pada hari raya Iedul
Fitri dan Iedul Adha). (HR Ahmad)
4.
Memakan sesuatu sebelum melaksanakan
shalat Ied
Hal tersebut didasarkan
dengan hadits dari Anas Bin Malik yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari yang
menyebut : “Nabi SAW tidak keluar di pagi hari raya Iedul Fitri sehinggalah
Nabi SAW memakan beberapa biji kurma.
5. Jalan
Kaki Menuju Tempat Sholat Ied dan Berbeda Jalan Saat Pulangnya
Hal ini sebagaimana yang
dilakukan Rasulullah, beliau mengambil jalan yang berbeda saat pulang &
perginya (HR. Bukhari),
6.
Bertakbir mengagungkan Asma Allah
Adalah Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam keluar di Hari Raya Iedul Fitri lalu beliau bertakbir sampai
datang ke tempat shalat dan sampai selesai shalat. Apabila telah selesai shalat
beliau memutus takbir.” (Ash-Shahihah no. 171)
7. Mengucapkan selamat hari Raya
Ibnu Hajar mengatakan:“Kami meriwayatkan dalam
Al-Muhamiliyyat dengan sanad yang hasan dari Jubair bin Nufair bahwa ia
berkata: ‘Para shahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bila bertemu di hari
Id, sebagian mereka mengatakan kepada sebagian yang lain: Taqabbalallahu minna
wa minkum (semoga Allah menerima amal kami & kalian) atau ahaalAllahu
‘alaika (Mudah-mudahan Allah memberi balasan kebaikan kepadamu).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar