Minggu, 27 Juli 2014

HIKMAH IEDUL FITRI



1.       Hikmah kegembiraan
           Kegembiraan yang harus kita miliki dan rasakan haruslah merupakan kegembiraan syukur  kepada Allah yang telah mengkaruniakan taufiq kepada kita untuk bisa mengoptimalkan pengistimewaan Ramadhan dengan amal-amal yang serba istimewa, dalam rangka menggapai taqwa yang istimewa. Dalam sebuah riwayat hadits disebutkan bahwa, ”Barangsiapa bersenang hati dengan amal kebaikannya, dan bersedih hati dengan keburukan yang diperbuatnya, maka berarti dia orang beriman” (HR. Ath-Thabrani).
2.    Hikmah Ketauhidan, Keimanan dan Ketaqwaan
           Dalam menyambut ‘Iedul Fitri, disunnahkan bagi kita untuk banyak mengumandangkan takbir, tahlil, tasbih dan tahmid sebagai bentuk penegasan dan pembaharuan deklarasi iman dan tauhid. Itu berarti bahwa identitas iman dan tauhid harus selalu kita perbaharui dan kita tunjukkan.
3.    Hikmah Kefitrahan
           Ramadhan dengan segala amaliah istimewanya adalah salah satu momentum terbaik bagi peleburan dosa dan penghapusan noda yang mengotori hati dan jiwa kita serta membebani diri kita selama ini. Ramadhan dengan segala amaliah istimewanya adalah salah satu momentum terbaik bagi peleburan dosa dan penghapusan noda yang mengotori hati dan jiwa kita serta membebani diri kita selama ini.
Dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang berpuasa karena iman dan mengharap pahala (dan ridha Allah), maka niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. (HR. Muttafaq ‘alaih).
4.    Hikmah Kepedulian
           Islam adalah agama peduli. Sifat serta karakter kepedulian itu begitu tampak nyata selama bulan Ramadhan. Dimana semangat berbagi dan spirit memberi melaui sunnah berinfaq dan bersedekah serta kewajiban berzakat. Dan itu semua tidak lain dalam rangka meniru dan mencontoh keteladanan terbaik dari Baginda Rasul tercinta shallallahu ‘alaihi wasallam.
5.    Hikmah Kebersamaan dan Persatuan
           Selama Ramadhan, suasana dan nuansa kebersamaan serta persatuan ummat begitu kental, begitu terasa dan begitu indah. Mengawali puasa bersama-sama (seharusnya dan sewajibnya), bertarawih bersama (disamping jamaah shalat lima waktu juga lebih banyak selama Ramadhan), bertadarus bersama, berbuka bersama, beri’tikaf bersama, berzakat fitrah bersama, dan berIedul Fitri bersama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar