Senin, 20 April 2015

SALAM RSUA EDISI 31



IKLAS UNTUK ALLAH TAALA
Para ulama menjelaskan ikhlas dengan beberapa pengertian, namun sebenarnya hakikatnya sama.
            Abul Qosim Al Qusyairi mengatakan, “Ikhlas adalah menjadikan niat hanya untuk Allah dalam melakukan amalan ketaatan. Jadi, amalan ketaatan tersebut dilakukan dalam rangka mendekatkan diri pada Allah. Sehingga yang dilakukan bukanlah ingin mendapatkan perlakuan baik dan pujian dari makhluk atau yang dilakukan bukanlah di luar mendekatkan diri pada Allah.”
            Jika kita sedang melakukan suatu amalan maka hendaklah kita tidak bercita-cita ingin mendapatkan pujian makhluk. Cukuplah Allah saja yang memuji amalan kebajikan kita. Dan seharusnya yang dicari adalah ridho Allah, bukan komentar dan pujian manusia.
            Hudzaifah Al Mar’asiy mengatakan, “Ikhlas adalah kesamaan perbuatan seorang hamba antara zhohir (lahiriyah) dan batin.” Berkebalikan dengan riya'. Riya’ adalah amalan zhohir (yang tampak) lebih baik dari amalan batin yang tidak ditampakkan. Sedangkan ikhlas, minimalnya adalah sama antara lahiriyah dan batin
            Ikhlas berarti menyengajakan suatu perbuatan karena Allah dan mengharapkan ridlaNya serta memurnikan dari segala macam kotoran dan godaan seperti keinginan terhadap popularitas, simpati orang lain, kemewahan, kedudukan, harta, dan pemuasan hawa nafsu dan penyakit hati lainnya. Hal ini sesuai dengan surah Al An’ am ayat 162-163 :
“ Katakanlah : “ Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama– tama menyerahkan diri (kepada Allah)”


Tidak ada komentar:

Posting Komentar