Assalamu’alaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh
Maha suci
Alloh yang telah menciptakan alam semesta sedemikian sempurna bahkan tak
sedikit pun yang sia-sia. Dahsyatnya, Allah menciptakan alam semesta ini dengan
seimbang (tawazun). Baik dimensi maupun takaran telah Alloh rekayasa
atas ke-Maha Kuasa-anNya yang menjadikan kehidupan di alam raya menjadi teratur
dan terarah. Demikian pun makhluk hidup yang Alloh ciptakan di dalamnya.
Alloh
menciptakan manusia dengan sempurna dan seimbang. Alloh memberi bimbingan dan
petunjuk agar manusia senantiasa berada pada orbit keseimbangan, sehingga ia
akan tetap pula selalu dalam jalan yang telah Alloh tetapkan untuk manusia,
yaitu jalan kebahagiaan dunia dan akhirat.
Pembaca Salam
yang dicintai Alloh, secara fitrah Alloh telah mengkaruniakan diri manusia atas
tiga hal, yakni Akal, Hati, dan Jasmani. Ketiga karunia
tersebut digunakan manusia dalam setiap lini kehidupannya. Agar kebahagiaan
selalu menaungi, manusia harus menyeimbangkan ketiga karunia itu dalam
mengarungi kehidupan fana ini. Agar seimbang, manusia harus member asupan
“makanan” untuk ketiga karunia tersebut.
Makanan akal
adalah ilmu untuk pemenuhan sarana
kehidupannya. Yang membedakan manusia dengan hewan adalah akal. Akal pulalah
yang menjadikan manusia lebih mulia dari makhluk-makhluk lainnya. Dengan akal
manusia mampu mengenali hakikat sesuatu, mencegahnya dari kejahatan dan
perbuatan jelek. Membantunya dalam memanfaatkan kekayaan alam yang oleh Alloh
diperuntukkan baginya supaya manusia dapat melaksanakan tugasnya sebagai
khalifatullah fil-ardhi (wakil Alloh di atas bumi). Jasmani atau fisik
adalah amanah dari Alloh swt, karena itu harus kita jaga.
Dalam
sebuah hadits dikatakan ,"Mu'min yang kuat itu lebih baik atau disukai
Alloh daripada mu'min yang lemah."(HR.Muslim), maka jasmani pun harus
dipenuhi kebutuhannya agar menjadi kuat. Kebutuhannya adalah makanan, yaitu
makanan yang halalan thoyyiban (halal dan baik). Makanan yang
baik dan halal akan menghasilkan energi berupa amal-amal sholih.
Sedangkan kebutuhan hati
adalah dzikrullah. Pemenuhan kebutuhan ruhani sangat penting, agar ruh/jiwa
tetap memiliki semangat hidup, tanpa pemenuhan kebutuhan tersebut jiwa akan
mati dan tidak sanggup mengemban amanah besar yang dilimpahkan kepadanya.
Sebagaimana kita
lihat orang-orang yang tidak seimbang dalam kehidupannya, misal orang Atheis:
tidak mengakui Allah, hanya bersandar pada akal (rasio sebagai dasar).
Orang Materialis: mementingkan masalah jasmani/materi saja. Dan
orang Pantheis (kebatinan): bersandar pada hati/batinnya saja.
Semoga dengan
semangat hijrah di tahun yang baru ini, kita menjadi manusia baru yang
paripurna, manusia yang tawazun yakni manusia yang cerdas, sehat dan relijius.
Semoga Allah memudahkan kita untuk semakin dekan dengan-Nya.
Wassalamu’alaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar