Sabtu, 23 November 2013

SALAM RSUA EDISI 3

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Maha suci Alloh yang telah menciptakan alam semesta sedemikian sempurna bahkan tak sedikit pun yang sia-sia. Dahsyatnya, Allah menciptakan alam semesta ini dengan seimbang (tawazun). Baik dimensi maupun takaran telah Alloh rekayasa atas ke-Maha Kuasa-anNya yang menjadikan kehidupan di alam raya menjadi teratur dan terarah. Demikian pun makhluk hidup yang Alloh ciptakan di dalamnya.
Alloh menciptakan manusia dengan sempurna dan seimbang. Alloh memberi bimbingan dan petunjuk agar manusia senantiasa berada pada orbit keseimbangan, sehingga ia akan tetap pula selalu dalam jalan yang telah Alloh tetapkan untuk manusia, yaitu jalan kebahagiaan dunia dan akhirat.
Pembaca Salam yang dicintai Alloh, secara fitrah Alloh telah mengkaruniakan diri manusia atas tiga hal, yakni Akal, Hati, dan Jasmani. Ketiga karunia tersebut digunakan manusia dalam setiap lini kehidupannya. Agar kebahagiaan selalu menaungi, manusia harus menyeimbangkan ketiga karunia itu dalam mengarungi kehidupan fana ini. Agar seimbang, manusia harus member asupan “makanan” untuk ketiga karunia tersebut.
Makanan akal adalah ilmu untuk pemenuhan sarana kehidupannya. Yang membedakan manusia dengan hewan adalah akal. Akal pulalah yang menjadikan manusia lebih mulia dari makhluk-makhluk lainnya. Dengan akal manusia mampu mengenali hakikat sesuatu, mencegahnya dari kejahatan dan perbuatan jelek. Membantunya dalam memanfaatkan kekayaan alam yang oleh Alloh diperuntukkan baginya supaya manusia dapat melaksanakan tugasnya sebagai khalifatullah fil-ardhi (wakil Alloh di atas bumi). Jasmani atau fisik adalah amanah dari Alloh swt, karena itu harus kita jaga.
Dalam sebuah hadits dikatakan ,"Mu'min yang kuat itu lebih baik atau disukai Alloh daripada mu'min yang lemah."(HR.Muslim), maka jasmani pun harus dipenuhi kebutuhannya agar menjadi kuat. Kebutuhannya adalah makanan, yaitu makanan yang halalan thoyyiban (halal dan baik). Makanan yang baik dan halal akan menghasilkan energi berupa amal-amal sholih.
Sedangkan kebutuhan hati adalah dzikrullah. Pemenuhan kebutuhan ruhani sangat penting, agar ruh/jiwa tetap memiliki semangat hidup, tanpa pemenuhan kebutuhan tersebut jiwa akan mati dan tidak sanggup mengemban amanah besar yang dilimpahkan kepadanya.
Sebagaimana kita lihat orang-orang yang tidak seimbang dalam kehidupannya, misal orang Atheis: tidak mengakui Allah, hanya bersandar pada akal (rasio sebagai dasar).  Orang Materialis: mementingkan masalah jasmani/materi saja.  Dan orang Pantheis (kebatinan): bersandar pada hati/batinnya saja.
Semoga dengan semangat hijrah di tahun yang baru ini, kita menjadi manusia baru yang paripurna, manusia yang tawazun yakni manusia yang cerdas, sehat dan relijius. Semoga Allah memudahkan kita untuk semakin dekan dengan-Nya.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Tidak ada komentar:

Posting Komentar