Adalah Tsa'labah yang merupakan salah satu sahabat
Rasulullah SAW yang sangat setia dan beriman kepada Allah
SWTdan Rasul-Nya. Suatu ketika karena ketidaksengajaanya melakukan dosa, ia
sangat menyesal begitu dalam hingga ketakutannya kepada Allah SWT kan azab yan
akan ia terima nantinya. Karena ketakutannya tersebut, Tsa'labah sakit hingga
meninggal dunia.
Setelah sekian lama berjuang
bersama Nabi, terdengar kabar bahwa Tsa'labah sedang sakit keras. Sahabat Nabi
yang lain bernama Salman menghadap Rasulullah SAW dan berkata,"Wahai
Rasulullah, masihkah engkau ingat dengan Tsa'labah? Dia sedang sakit
keras." Rasulullah SAW pun segera datang menemui Tsa'labah.
Rasulullah SAW meletakkan
tangan kanannya di kepala Tsa'labah, kemudian meletakkan kepala Tsa'labah
dipangkuannya. Akan tetapi apa yang terjadi, Tsa'labah segera saja
menyingkirkan kepalanya dari pangkuan beliau.
"Mengapa engkau singkirkan
kepalamu dari pengkuanku?" tanya Rasul.
Karena aku penuh dengan dosa,
tidak layak dipangkau oleh UtusanNya yang mulia ini," jawab Tsa'labah.
"Apa yang engkau
rasakan?" tanya Nabi lagi. "Aku seperti dikerubuti semut pada tulang,
daging dan kulitku," jawab Tsa'labah.
"Lalu apa yang engkau
inginkan?" tanya Rasul
"Ampunan Tuhanku,"
jawabnya. Maka turunlah Malaikat Jibril as dan berkata, "Wahai Muhammad,
sesungguhnya Tuhanmu mengucapkan salam untukmu dan berfirman kepadamu, "Kalau
saja hamba-Ku ini menemui Aku dengan membawa sepenuh bumi kesalahan, niscaya
Aku akan temui dia dengan ampunan sepenuh itu pula."
Maka segera saja Rasulullah SAW
memberitahukan hal tu kepada Tsa'labah. Begitu mendengar berita itu,
terpekiklah Tsa'labah dan langsung meninggal dunia.
Kemudian Rasulullah SAW
memerintahkan agar Tsa'labah segera dimandikan dan dikafani dan dishalati.
Ketika selesai dishalati, Rasulullah SAW berjalan sambil berjingkat-jingkat
seakan menghindari sesuatu agar tidak tertabrak. Setelah selesai pemakaman,
para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, kami lihat engkau berjalan
sambil berjingkat-jingkat, ada apa gerangan?"
Rasulullah SAW bersabda, "Demi
Zat yang mengutus aku sebagai seorang nabi yang sebenarnya, karena aku lihat
begitu banyaknya malaikat yang turut menziarahi Tsa'labah."Astaghfirullah...
Sebenarnya dan ternyata
kesalahan yang dilakukannya hanya karena beliau melihat seorang wanita Anshar
sedang mandi dalam perjalannya menuju rumahnya. Tsa'labah ini takutnya bukan
main, kepada Allah SW dan kepada Rasulullah SAW yang jadi panutannya. Karena
kejadian itu, Tsa'labah sangat takut sekali hingga lari. Subhanallah..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar