MERAIH TAQWA DENGAN BERQURBAN
Segala puji bagi
Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad,
keluarga, para sahabat dan orang-orang yang meniti jalan mereka hingga akhir
zaman.
Menyembelih qurban adalah
suatu ibadah yang mulia dan bentuk pendekatan diri pada Allah, bahkan
seringkali ibadah qurban digandengkan dengan ibadah shalat. Sebuah ayat yang
menjadi pertanda disyari’atkannya ibadah qurban adalah firman Allah Ta’ala,
“Dirikanlah shalat karena
Tuhanmu; dan berqurbanlah.” (Qs. Al Kautsar: 2)
Sesungguhnya , yang ingin
dicapai dari ibadah qurban adalah keikhlasan dan ketakwaan, dan bukan hanya
daging atau darahnya. Allah Ta’ala berfirman,
“Daging-daging unta dan
darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi
ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.”
(Qs. Al Hajj: 37)
Berqurban, bukanlah yang
dimaksudkan hanyalah menyembelih saja dan yang Allah harap bukanlah daging dan
darah qurban tersebut karena Allah tidaklah butuh pada segala sesuatu dan
dialah yang pantas diagung-agungkan. Yang Allah harapkan dari qurban tersebut
adalah keikhlasan, ihtisab (selalu mengharap-harap pahala dari-Nya) dan niat
yang sholih. Oleh karena itu, Allah katakan (yang artinya), “ketakwaan dari
kamulah yang dapat mencapai ridho-Nya”. Inilah yang seharusnya menjadi motivasi
ketika seseorang berqurban yaitu ikhlas, bukan riya’ atau berbangga dengan
harta yang dimiliki, dan bukan pula menjalankannya karena sudah jadi rutinitas
tahunan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar