Senin, 14 April 2014

KESEDERHANAAN PEMIMPIN


Umar Ibn al–khatab,pada saat baru dilantik menjadi Khalifah, di berikanlah kepada beliau tunjangan sebagaimana yang telah di tetapkan oleh khalifah sebelumnya. Di saat awal pemerintahannya, harga-harga kebutuhan pokok di pasar-pasar  mulai merangkai naik. Saat itulah para tokoh dari kaum muhajirin seperti Usman r.a, Ali r.a, Thalhah dan Zubair berkumpul untuk melakukan musyawarah mengenai hal ini untuk menyesuaikan tunjangan Khalifah  Umar r.a.
            Ditengah jalan, sahabat Usman r.a berkata   “Sebaiknya usulan kita ini jangan langsung disampaikan kepada khalifah Umar, lebih baik kita beri isyarat dulu kepada putrinya, Hafsah. Sebab saya khawatir umar akan marah kepada kita”.
            Selanjutnya Hafsah meminta pendapat pada ayahnya, jika ada seseorang yang mengajukan  usulan agar tunjangan untuk khalifah dinaikkan. Mendengar itu khalifah Umar r.a murka, “Siapa yang mengajari engkau untuk menanyakan usulan tersebut ? “.Hafsah menjawab : “ Saya tidak akan memberitahukan nama mereka sebelum ayah memberikan pendapat tentang usulan ini “.
            Kemudian Umar kembali berkata “Demi Allah, seandainya aku tahu siapa orang yang mengajukan usulan tersebut, aku pasti akan memukul wajahnya”.
            Setelah itu Khalifah kembali bertanya kepada Hafsah, ketika masih mendampingi Rosullulah Muhammad SAW sebagai istrinya, “Demi Allah, ketika rosullullah masih hidup, bagaimanakah pakaian yang dimiliki oleh beliau dirumahnya ? “
            Hafsah menjawab “Dirumahnya beliau hanya memiliki dua helai pakaian, satu untuk dipakai menerima tamu dan satunya lagi untuk dipakai sehari-hari“.
“Bagaimana makanan yang dimiliki Rasul ?” Tanya Umar lagi.
Jawab Hafsah, “Beliau selalu makan dengan roti yang kasar dan minyak samin”.
Kembali Umar bertanya “Adakah Rasul mempunyai kasur dirumahnya?“
“Tidak, beliau hanya memiliki selimut tebal yang dipakai untuk alas tidur di musim panas. Jika musim dingin tiba, separuhnya kami selimutkan ditubuh, separuhnya lagi digunakan untuk alas tidur “ jawab Hafsah.
Lalu Umar berkata “Hafsah, katakanlah kepada mereka, bahwa Rasullullah selalu hidup sederhana. Kelebihan hartanya selalu Beliau bagikan kepada mereka yang berhak. Oleh karenanya, aku pun akan mengikuti jejak Beliau.

2 komentar:

  1. semoga para pemimpin rsua mau dan mampu mengikuti kebaikan dan kesederhanaan khalifah umar

    BalasHapus
  2. https://www.facebook.com/notes/kisah-kisah-teladan-islami-penuh-hikmah/umar-bin-khattab-dan-seorang-yahudi-tua/174861642567762

    BalasHapus